RABU , 14 NOVEMBER 2018

Cegah Pulusi Rokok di Area Kampus, UMI Makassar Gelar Workshop Anti Tembakau

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Kamis , 26 April 2018 13:11
Cegah Pulusi Rokok di Area Kampus, UMI Makassar Gelar Workshop Anti Tembakau

Suasana workshop anti tembakau di lantai 9 Menara UMI, Kamis (26/4/2018). Foto: Suryadi/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Saat ini, merokok sudah menjadi budaya di kalangan mahasiswa. Budaya merokok bahkan sudah menjadi simbol keakraban mereka, baik di lingkungan masyarkaat mapun dunia pendidikan kampus menjadi tempat merokok.

Berkaitan dengan hal tersebut, untuk mencegah polusi rokok di lingkungan kampus. Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menggelar workshop anti tembakau di lantai 9 Menara UMI, Kamis (26/4/2018). Acara ini dihadiri beberapa kampus di Makassar.

Kegiatan ini menghadirkan salah satu dosen dari Amerika sebagai pemateri yaitu, Tonoyuki Shibata Ph.D M.Si, yang membawakan materi pencegahan rokok dibantu oleh penerjemah bahasa Indonesia mengupas terkait dampak rokok.

Tonoyuki Shibata menjelaskan, selama melakuan riset dan studinya di Amerika, banyak dampak buruk serta polusi akibat dampak rokok.

Menurutnya, larangan rokok di pemukiman area kampus perlu diterapkan, sehingga mahasiswa sebagai calon tenaga pendidik tak mengkonsumsi rokok.

“Intinya larangan merokok adalah kebijakan. Sehingga jika kampus lakukan ini maka kebijakan harus diterapkan seperti kami terapkan area kampus di Amerika,” paparnya.

Di Amerika, kata dia, adalah negara Adidaya. Namun, negara bagian punya kebijakan berbeda. Kebijakan merokok di area kampus juga punya larangan sangat ketat.

“Kalau di Amerika, ada kampus larangan merokok 15 meter dari area kampus. Oleh karena itu tugas kita sebagai dosen memperbaiki aturan yang tak sesuai dengan kesehatan,” katanya.

Tonoyuki menambahkan, tahapan dalam menerapkan larangan rokok adalah harus orang yang konsisten. Setelah itu rapat melibatkan semua pihak rektorat harus membuat komitmen larangan.

“Kaitan larangan, kuncinya komunikasi. Bagaiaman kebijakan anti roko bisa di publik lewat sosial media, publik lewat edaran kampus. Karena negara demokrasi maka kesadaran semua pihak untuk taat dan tunduk,” pungkasnya. (*)


Tag
  • UMI
  •  
  • UMI Makassar
  •  
    div>