MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Cegah Radikalisme, Kejati Sulsel Bentuk Bakorpakem

Reporter:

Sugihartono

Editor:

Iskanto

Senin , 17 September 2018 17:44
Cegah Radikalisme, Kejati Sulsel Bentuk Bakorpakem

Kantor Kejati Sulsel (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menanggapi maraknya fenomena terkait aliran keagamaan dan kepercayan  yang meresahkan masyarakat karena terindikasi sesat atau menyimpang. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel membentuk Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Kemasyarakatan (Bakorpakem).

Dihadapan Tokoh Agama, Dir Intelkam Polda Sulsel dan Muspida, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Tarmizi mengatakan pembentukan Bakorpakem ini adalah sebuah bentuk tanggung jawab negara untuk melindungi Pancasila yang dirongrong oleh banyaknya  aliran – aliran radikal.

“Gerakan Radikalisme agama bagaikan musuh dalam selimut dan membahayakan kehidupan berbangsa serta umat beragama karena akan mereduksi nilai – nilai kehidupan berbangsa, budaya dan tradisi” tuturnya di Kantor Kejati Sulsel, Senin (17/9)

Ia menuturkan, hadirnya semangat untuk menjadikan Islam sebagai agama sekaligus negara semakin merisaukan. Pasalnya pemahaman agama hanya berdasar pada literasi terhadap teks dan cenderung menggunakan kekerasan untuk memaksakan pemahamannya.

”Jangan sampai munculnya pemahaman tersebut hanya dilandaskan pada semangat tanpa dibarengi dengan pengetahuan agama yang memadai sehingga dijadikan untuk memperjuangkan ideologi mereka” terangnya.

Tarmizi menjelaskan jika banyaknya organisasi keagamaan yang terbentuk serta anti pancasila dan NKRI dengan berbagai aksi terornya adalah wujud dan bentuk kegagalan negara untuk melakukan pencegahan dan penanganan sedini mungkin.

Untuk itu, Tarmizi berharap Bakorpakem dapat menjadi alternatif ditengah banyaknya kasus – kasus terorisme.

“Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bentuk dan sifat ancaman yang potensial dan nyata terhadap eksistensi bangsa dan negara serta peluang yang ada bagi kepentingan dan keamanan nasiona” tandasnya. (*)


div>