KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Cerita Sopir Taksi Sebelum Kebakaran di Kumala II

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Kamis , 03 September 2015 01:48
Cerita Sopir Taksi Sebelum Kebakaran di Kumala II

Pemadam Kebakaran berusaha menembus lorong untuk memadamkan kebakaran di Jl M Tahir, Jongaya Makassar, Rabu (2/9) (foto;Herman/RakyatSulsel)

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Jufri Daeng Gassing yang awalnya duduk santai bersama tetangganya di depannya rumahnya, saat petang (Rabu, 2/9). Kemudia dikagetkan dengan kepulan asap yang datang dari belakang rumahnya, yang berhadapan langsung dengan kanal Lepping ini.

Sontak dia bersama beberapa orang mendatangi sumber asap itu. Ternyata api sudah membesar. Dia kemudian mengambil kain basah untuk memadamkannya. Meski sudah menyiram air banyak dari kanal, api makin membesar.

“Saya langsung berteriak api. Orang-orang datang juga berteriak, karena api sudah besar, ” ujarnya kepada Rakyat Sulsel Online, Kepanikan pun terjadi disekitar rumah ini.

Menurutnya, api pun membesar  dan menyebar dengan cepat ke rumah-rumah kayu semi permanen dan padat penduduk ini. Jufri kemudian lari masuk ke rumahnya untuk menyelamatkan harta benda yang bisa dibawanya.

Titik api yang berada ditengah pemukiman yang dihubungkan antar lorong-lorong, menyebabkan armada pemadam kebakaran tak mampu menembus langsung kobaran api. Ditambah, banyaknya warga yang menonton menambah penghambat laju pemadam ini.

Meski demikian, armada pemadam akhir mengepung area kebakaran dengan memasuki semua jalan untuk mencapai titik api, seperti Jl Kumala II, Jl Inspeksi Kanal Lepping, Jl Muh Tahir.

Api pun padam dua jam kemudian setelah petugas pemadam dan warga bahu membahu mematikan api.

Sementara penyebab pasti kebakaran ini belum diketahui, tapi diduga karena krosleting listrik. “Kayaknya korslet. Tidak adaji ledakan saya dengar, ” ujar Jufri yang kesehariannnya supir taksi.


div>