RABU , 22 AGUSTUS 2018

Chairul Latanro Sindir Balon Bupati Hanya Bermodalkan ‘Ceramah’

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 14 April 2016 21:29
Chairul Latanro Sindir Balon Bupati Hanya Bermodalkan ‘Ceramah’

Ketua Kosgoro Enrekang Chairul Latanro (kanan) berbincang santai dengan Bupati Enrekang H Muslimin Bando di salah satu acara Pemkab Enrekang, beberapa waktu lalu. foto: abdul aziz taba/rakyatsulsel.

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Menjadi seorang bupati, apalagi di Enrekang yang dikenal sebagai Bumi Massenrempulu itu, tidaklah segampang yang orang kebanyakan pikirkan.

Kabupaten Enrekang dengan 120 desa dan kelurahan yang tersebar di 12 kecamatan ini, memiliki karakteristik yang berbeda dengan kabupaten lain di Sulsel, sehingga menjadi Bupati Enrekang harus mampu berpikir dan bertanggung jawab atas peningkatan kesejahteraan sekira 200 ribu jiwa penduduk Enrekang.

Ketua Kosgoro Enrekang, Chairul Latanro di kantornya, Kamis (14/4), menjelaskan, jadi calon bupati saja itu sudah berat. Apalagi jadi seorang bupati. “Jadi Bakal Calon (Balon) bupati saja itu tidaklah gampang. Apalagi jadi bupati. Apakah figur figur yang telah muncul di permukaan sebagai bakal calon bupati, sudah memiliki kapasitas dan telah mampu memahami karakteristik masing masing dari 120 desa dan kelurahan di Enrekang?,” tanya Chairul dengan wajah serius.

Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Enrekang ini, mengingatkan kepada figur-figur yang berniat maju bertarung di Pemilihan Kepala Dearah (Pilkada) Enrekang 2018 nanti, agar jangan sampai hanya karena didorong-dorong Organisasi Masyarakat (Ormas) kecil yang belum tentu punya pengaruh besar di masyarakat, lantas nekat maju tanpa perhitungan matang.

“Apalagi, kalau hanya berbekal kemampuan ceramah di masjid atau hanya berbekal dorongan ormas abal-abal saja. Jadi harusnya mereka berpikir jernih dan lebih matang. Kalau tidak demikian akan ada penyesalan mendalam yang akan mereka rasakan sendiri,” terang suami Andi Fatmawati yang merupakan salah seorang politisi Golkar dan anggota DPRD Enrekang ini.

Saat didesak untuk menyebutkan nama-nama figur yang menurutnya belum layak dan kapabel untuk tampil sebagai calon bupati, Ketua Pemuda Pancasila ini, enggan menyebutkannya. Menurutnya, masyarakat sudah bisa melihat dan memberikan penilaiannya sendiri.

Sebelumnya, Chairul justru memuji kepemimpinan Bupati Enrekang, Muslimin Bando, yang menurutnya, telah berhasil membangun Enrekang dalam waktu hanya sekira 2,5 tahun terakhir. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan yang diungkapkannya, yakni APBD Enrekang tahun 2016 ini telah tembus hingga Rp1,2 triliun.

“Di bawah kepemimpinan Bupati Muslimin Bando, Enrekang telah mendapatkan puluhan penghargaan tingkat nasional di berbagai bidang,” ujar Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Enrekang ini. (***)


div>