RABU , 17 OKTOBER 2018

Cicu – Indira Berebut Suara Perempuan

Reporter:

Suryadi - Alief

Editor:

asharabdullah

Rabu , 21 Februari 2018 10:30
Cicu – Indira Berebut Suara Perempuan

ABADIKAN MOMENT. Dua calon Wali Kota Makassar, Indira Mulyasari dan Andi Rachmatika Dewi selfie bersama ratusan warga Mamajang, Mariso, Tamalate usai buka puasa bersama di Taman Marannu Hotel, Jl Baji Gau, belum lama ini. Foto: Md Fajar/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar telah memasuki tahapan masa kampanye. Dua perempuan yang ikut meramaikan pertarungan, yakni Rachmatika Dewi yang mendampingi Munafri Arifuddin, serta Indira Mulyasari yang berpaket dengan petahana, dinilai sebagai sosok representatif dari para pemilih pemula hingga kalangan perempuan.

Calon Wakil Wali Kota Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti, rupanya memiliki cara khusus untuk menggalang pemilih pemula dan dari kalangan perempuan. Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini mengaku tidak alergi dengan semua kelompok masyarakat, apalagi terhadap generasi milenial yang ada di Kota Makassar.

Indira membuktikannya dengan kerap menghadiri berbagai undangan silaturahmi, baik yang datang dari kaum ibu-ibu rumah tangga maupun undangan dari beberapa organisasi kepemudaan, hingga undangan kegiatan sekolah-sekolah.

“Undangan seperti itu kita jangan abaikan. Sebisa mungkin kami hadiri dan alhamdulillah belum ada yang terlewatkan. Kita terus membangun relasi,” kata Indira.

Sebagai politisi perempuan, dirinya mengaku tidak begitu mengalami kesulitan untuk membangun komunikasi kepada sesama perempuan, maupun di kalangan remaja. “Kalau menjalin komunikasi saya tidak ada masalah. Kita lebih pada sentuhan emosional. Itu yang kita lakukan, komunikasi dan sentuhan emosional,” ucapnya.

Teruntuk pemilih pemuda, Indira juga memiliki perlakuan khusus. Menurutnya, pemilih pemula cenderung pada pendekatan komunitas. Bahkan dirinya berencana menghadirkan tempat atau wadah bagi kaum pemuda dalam mengadu bakat, baik dalam bentuk organisasi maupun kegiatan lainnya.

“Kita terus melakukan komunikasi rutin, kan biasanya kalau pemuda itu ada komunitas. Kita sharing dan menyamakan persepsi saja. Ke depan kita juga siap membuatkan wadah untuk menyalurkan dan sebagai ajang menunjukkan bakat mereka, sehingga penyalurannya tentu ke arah yang positif,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Andi Rachmatika Dewi, mengungkapkan, salah satu strategi untuk menggaet suara pemilih pemula, dengan cara bersosialisasi. Selain itu, memberikan santunan bantuan bagi warga yang kurang mampu atau masyarakat yang membutuhkan. Serta menciptakan program yang pro rakyat.

“Tentu kita sosialisasi, memperkenalkan program pro rakyat nanti. Selain itu membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Cicu, sapaan akrab Rachmatika Dewi.

Ditanya cara mendapat basis suara perempuan, eks anggota DPRD Sulsel ini menyampaikan, perempuan memiliki andil besar dalam kehidupan sosial masyarakat. Begitupun dalam penentuan pemenang di pilkada nanti.

“Perempuan akan memberikan dampak luar biasa dalam pergerakan dan perolehan suara. Ini sudah terlihat dimana-mana. Untuk itu, kami melakukan pendekatan dengan berbagai cara yakni sesuai program nanti,” katanya.

Secara teknis salah satunya, dengan harapan agar mampu memobilisasi pemilih pemula sebanyak mungkin dan bisa memberikan kesan awal yang akan mereka ingat terus selanjutnya.

“Kami juga mengerahkan seluruh mesin kekuatannya, mulai relawan, pendukung dan konstituennya dari berbagai kalangan untuk bekerja semaksimal mungkin menghadapi pelaksanaan Pilkada Makassar tahun ini,” pungkasnya.

Sementara, Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Aswar Hasan, menilai, Cicu dan Indira memang bisa menjadi representatif bagi kaum perempuan dan pemilih pemula.

Sosok kedua calon wakil wali kota itu selain karena faktor usia yang tidak berbeda jauh dengan kalangan pemuda, keduanya juga merupakan ibu rumah tangga, sehingga dianggap akan mampu menjadi penyambung dengan pemerintah.

“Cicu dan Indira di Pilwali Makassar tentu memiliki peluang besar dalam meraih dukungan dari kalangan ibu-ibu (perempuan) dan para pemilih pemula. Selain usia yang masih terbilang muda, mereka pun dianggap bisa mewakili para pemuda di Makassar. Di sisi lain, keduanya juga sebagai ibu rumah tangga tentu mendapat tempat tersendiri di hati kaum perempuan,” terangnya.

Senada, Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, mengungkapkan, kedua calon wakil wali kota Makassar itu memang sangat tepat jika dikatakan sebagai representatif kaum perempuan dan kalangan pemilih pemula. Ia menilai, Cicu dan Indira bisa menaikkan partisipasi pemilih terutama segmen perempuan dan pemula. Karena memang keduanya bisa memasuki dua kalangan tersebut.

Namun, menurut Firdaus, yang paling menentukan kemana mayoritas kedua kalangan tersebut tergantung program dan cara pendekatan masing-masing. Sebab, dukungan dari kedua kalangan ini juga menjadi faktor penentu kemenangan bagi keduanya.

“Tinggal bagaimana Cicu dan Indira meramu program dan metode pendekatan yang paling tepat. Kalau formulanya tepat, maka dipastikan dukungan dari kalangan perempuan dan pemilih pemula akan menjadi penentu siapa yang akan memenangkan pertarungan nanti,” pungkasnya. (*)


div>