RABU , 17 OKTOBER 2018

Cina Jajaki Pusat Penelitian Rumput Laut di Sulsel

Reporter:

Editor:

hur

Sabtu , 30 April 2016 13:24

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Asosiasi rumput laut asal Cina sedang menjajaki pusat penelitian rumput laut di Sulsel. Hal ini diketahui usai Jingxiang Guan, Ketua Asosiasi Rumput Laut China, menemui Agus Arifin Nu’mang, Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel, Jumat (29/4). Namun, setelah pertemuan tersebut, belum ditetapkan lokasi pusat penelitian.

Jingxiang mengungkapkan, selama ini Sulsel meruoakan pemasok terbesar rumput laut bagi Cina. Kendati demikian, menurutnya, pengelolaan rumput laut di Sulsel belum optimal.

“Respon Pemprov Sulsel terhadap ini sangat baik. Berdasarkan penelitian, rumput laut di Sulsel bisa dikembangkan. Selama ini, dari 1.500 kilometer, hanya berapa meter yang digunakan untuk perkembangan produksi, bibit unggul, dan sebagainya. Hanya 36 persen yang digunakan,” sebutnya.

Dikatakannya, dalam penelitian ini akan dikembangkan teknologi rumput laut dan peningkatan produksi, mulai dari alat sampai bibit unggul. “Dari lahan yang sedikit, tetapi bisa menghasilkan bibit yang unggul,” tambahnya.

Sementara itu, Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu’mang menyebutkan, selama ini Cina memang sudah menjadi pasar rumput laut bagi Indonesia. “70 persen rumput laut Cina asalnya dari Indonesia. Dari 70 itu, sekitar 65 persen berasal dari Sulsel,” ungkapnya.

Sehingga, menurutnya, sangat wajar ketika asosiasi rumput laut Cina datang dan berkonsentrasi di Indonesia. “Pengusaha rumput laut Cina dan Indonesia sudah ada kerjasama sebelumnya. Ini tinggal diperkuat,” katanya.

Agus mengatakan, asosiasi rumput laut asal Cina saat ini bertujuan untuk memusatkan studi rumput laut di Sulsel. “Tadi saya sudah minta dinas terkait karena kita memang sudah memiliki tempat penelitian di Kupa yang sudah pernah dikerjasamakan dengan Unhas. Ini tinggal disinergikan,” katanya.

Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) Sulsel, Safari Aziz menambahkan, sebelumnya antara asosiasi rumput laut Cina – Indonesia sudah menandatangani momerandum of understanding di Jakarta.

“Kemarin belum diputuskan tempatnya, tetapi sekarang sudah diputuskan di Sulsel. Ini prosesnya dua tahun. Setelah Presiden Jokowi berkunjung ke Tiongkok,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan adanya pusat penelitian dan pengembangan ini dapat berdampak pada peningkatan ekspor tiga kali lipat Sulsel.


Tag
div>