SENIN , 15 OKTOBER 2018

CIP Desak KPU Sulsel Evaluasi CV Adi Perkasa

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Senin , 26 Februari 2018 18:30
CIP Desak KPU Sulsel Evaluasi CV Adi Perkasa

Zulfiadi Muis

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Center Information Publik (CIP) mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/kota dan Provinsi, khususnya di Wilayah Sulawesi Selatan, yang akan menggelar Pilkada serentak, untuk melakukan evaluasi ulang terhadap keikutsertaan CV. Adi Perkasa dalam pengadaan, pencetakan alat peraga Pilkada dan kertas suara.

Direktur Eksekutif CIP, Zulfiadi Muis menjelaskan pada tahun 2013 lalu, Kejati Sulsel pernah melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan penyelewengan dan rekayasa tender pengadaan logistik Pilgub Sulsel di KPU.

“Saat itu pihak CV Adi Perkasa menjadi terperiksa. Apalagi, berdasarkan informasi yang mencuat dari hasil penyelidikan itu, penyidik menemukan dugaan adanya konspirasi untuk melakukan rekayasa tender. Melihat kondisi hari ini, yang muncul adalah monopoli,” terang Zulfiadi.

Pada tahun 2013 lalu, Kejati Sulsel mengusut kasus pengadaan logistik Pilgub di KPU Sulsel dengan alokasi anggaran sebesar Rp16 miliar yang bersumber dari APBD.

Proyek pengadaan barang cetakan dan penggandaan kertas suara dikerjakan oleh CV Adi Perkasa dengan penawaran sebesar Rp12 miliar lebih. Selanjutnya adalah pengadaan perlengkapan KPPS/TPS, PPS dan PPK Pilgub Sulsel 2013 yang dikerjakan CV Muthmainnah dengan penawaran sebesar Rp2,44 miliar.

Penyidik kala itu, fokus pada penyelidikan tentang keterkaitan antara CV Adi Perkasa dengan CV Muthmainnah.

Hal ini menjadi pertanyaan, jika kemudian CV Adi perkasa kemudian memiliki dugaan kasus yang belum tuntas dan masih melenggang dalam proses tender dipengadaan barang cetakan dan pengadaan kertas suara di KPU. Apalagi jika proses tersebut dimenangkan kembali oleh perusahaan tersebut.

“Untuk itu kami berharap proses tender tersebut perlu pengawalan dan pengawasan bagi seluruh stake holder khususnya pihak Aparat Penegak Hukum,” harap Zulfiadi.

 


div>