SELASA , 16 OKTOBER 2018

CITIZEN REPORT: Diskusi Awal Tahun Gema Pembebasan Bahas MEA

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Senin , 01 Februari 2016 23:25
CITIZEN REPORT: Diskusi Awal Tahun Gema Pembebasan Bahas MEA

int

RAKYATSULSEL.COM – Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat menyelenggarakan Islamic Intellectual Challenges (IIC) sebagai Dialog awal tahun di Aula Prof Amiruddin Universitas Hasanuddin, Minggu (31/1/16).

Kegiatan dengan tema “Mandiri di tengah Arus Liberalisasi, Mungkinkah?” tersebut di buka oleh Tarmizi Thalib selaku MC dan selanjutnya di lanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh Abdurrahman Husain.

Dalam sambutan pertama hadir Muh.Ilham selaku Lajnah Khusus Mahasiswa (LKM) HTI Sulsel, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa sebagai seorang mahasiswa harusnya pandai dalam menterjemahkan problematika umat saat ini dan realitanya Negeri kita saat ini sedang sakit dan membutuhkan obat, dan ideologi islamlah sebagai obatnya sebagaimana yang selalu diseruakan oleh aktivis Gema Pembebasan.

Selanjutnya sambutan kedua hadir Arief Shidiq Pahany selaku Ketua Gema Pembebasan Sulselbar periode 2011-2015, menyampaikan bahwa Kampus adalah komunitas masyarakat yang unik, sejarah perubahan Indonesia selalu menjadi milik pemuda dan mahasiswa yang memiliki peran pertama sebagai pengantar perubahan di setiap orde pemerintahan di Indonesia.

Kegiatan menjadi menarik yang di adakan dalam bentuk talkshow yang hadiri oleh Prof. Dr. H. Muhammad Asdar. S.E.,M.Si (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas), Ust.Abdus Salam (Lajnah Siyasih DPD 1 HTI SulSel, dan Abdul Khaliq (Aktivis Gema Pembebasan Sulselbar) sebagai pembicara yang kemudian membahas tentang bagaimana kita menghadapi MEA yang menjadi arus liberalisasi saat ini, yang kemudian sesi ini di pandu oleh Abdul Rifai selaku Moderator.


div>