MINGGU , 22 JULI 2018

CITIZEN REPORT: IMM Buat Kurikulum Kompetensi Kesehatan

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Jumat , 05 Februari 2016 19:40

Pengirim: Suci Triana Putri (SC Sekolah Kader Kesehatan IMM)

RAKYATSULSEL.COM – Lembaga kesehatan dan lingkungan hidup (LKLH) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) baru saja melaksanakan program sekolah kader kesehatan I Regional kalimantan, sulawesi dan Nusa tenggara yang berpusat di hotel Marine kota makassar, 29-31 Januari 2016 lalu.

Diikuti sebanyak 54 peserta dari berbagai daerah se-Sulsel dan provinsi Kalimantan Timur dan Maluku Utara, kegiatan ini menghasilkan rumusan baru tentang peran mahasiswa dalam menyikapi dan malakukan penaganan terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan, khususnya menyangkut di bidang kesehatan.

Beberapa persoalan kronis seperti HIV-Aids, Tuberculosis, Narkoba, Edukasi ibu dan anak, penyakit menular seksual adalah yang dibahas pada kegiatan tersebut. Persoalan itupun dirumuskan dalam bentuk sebuah kurikulum kompetensi kesehatan.

“Kurikulum ini juga telah kita diskusikan bersama pimpinan amal usaha, baik AUM pendidikan maupun Kesehatan serta MPKU, alhamadulillah ada dukungan dan proyeksi yang baik ke depan. Rektor Unismuh, Pak Irwan, Ketua BPH Pak Syaiful Saleh, dan Sekjend IMM kanda Rahman, menyambut baik dan siap mensupport keberkangsungan kurikulum ini ke depan,” kata Rifqi, Jumat (5/2/16).

Pengurus Lembaga kesehatan dan lingkungan hidup DPP IMM ini, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut memang adalah untuk melatih skill dan keilmuan kader di bidang kesehatan dan sebagai regenerasi penyempurna amal usaha muhammadiyah. Hal itu katanya, sebagai bekal sebelum mereka terjun secara profesional di dunia kerja maupun berkiprah di amal usaha kesehatan Muhammadiyah.

Dokter muda lulusan Unismuh Makassar ini juga berharap bahwa program ini bisa diterapkan di PTM maupun non PTM berbasis kesehatan yang ada di daerah lain. “Dari apa yang mereka peroleh melalui kegiatan ini, kita berharap para alumni dapat menjadi penggerak dalam penaganan persoalan kesehatan di daerahnya masing-masing,” kata Rifqi.

Sebelumnya dalam pembukaan sekolah kader ini juga di rangkaian dengan Dialog dengan tema ke Muhammadiyah an dan profil kader kesehatan muhammadiyah.Dalam dialog itu Rektor Unismuh DR. Irwan Akib, mengaku apresiatif terhadap kegiatan yang pertama kalinya diadakan di kota Makassar ini. Pada kesempatan itu, ia juga menerangkan peran-peran kader IMM yang berkatar belakang keilmuan dari ilmu kesehatan.

“Sebagai kader kesehatan IMM kita wajib melakukan pembinaan dakwah kesehatan kepada masyarakat, menghilangkan arogansi profesi dan bagaimana membangun teamwork medis dan paramedis yang komprehensif,”papar Irwan Akib yang juga alumni IMM.

Senada PWM Sulsel Syaiful Saleh M.Si menekankan tentang tauhid yang senantiasa di internalisasikan dalam kehidupan sehari hari, kana’ah yang artinya kita senantiasa bersyukur dan wara’ bahwa senantiasa kita berfikir sebelum bertindak.

Dari MPKU PWM Sulsel yang diwakili oleh Sulaiman Badra Apt., ia menyampaiakn bahwa kader kesehatan harus memiliki integritas yaitu kompetensi akademik dan intelektual, kompetensi keberagaman dan kompetensi sosial kemanusiaan.

Komisariat IMM fakultas kedokteran universitas muhamadiyah Makassar di SK kan langsung oleh DPP IMM sebagai tim kepanitiaan sekolah kader kesehatan.


div>