SENIN , 22 OKTOBER 2018

CITIZEN REPORT : Legenda Pemusik Batti-batti, Pukau Festival Komunitas Pesisir Selayar

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Sabtu , 20 Februari 2016 13:37
CITIZEN REPORT : Legenda Pemusik Batti-batti, Pukau Festival Komunitas Pesisir Selayar

int

Pengirim: Mudrikan Nacong (Selayar)

RAKYATSULSEL.COM – Malam tidak begitu dingin namun Daeng Muhammad terlihat memilih duduk di bagian pojok sendiri. Ia begitu menikmati setiap penampil sembari menunggu giliran. Ketika tiba giliran, ia harus dipandu ke atas panggung. Matanya tak bisa melihat lagi, walaupun terbuka. Selanjutnya, video profilnya diputar, sebelum beraksi dengan cekatan ia mengatur nada Batti-batti-nya agar pas.

Petikan nada dan syair pertama langsung menghipnotis para penonton di lapangan Pemuda Selayar. Ia tampil di malam pertama Festival Komunitas Pesisir Selayar yang berlangsung dari Jum’at 19 Pebruari malam tadi.
Daeng Muhammad merupakan maestro Batti-batti, alat musik tradional khas Tana Doang berbentuk menyerupai kecapi namun dipengaruhi kuat oleh gambus dan rebana.

Pemain Batti-batti sudah hampir punah. Di Selayar hanya dia yang dikenal, namun dari penuturannya ia khawatir akan masa depan musik tradisional ini “Saya berharap ini bisa dilanjutkan oleh generasi muda dan yang punya ilmu untuk tidak pelit berbagi agar seni musik ini tidak punah. Terutama mantan murid-murid saya” ujarnya dalam bahasa daerah Selayar.

Daeng Muhammad hidup sebatang kara di gubuk reoknya di daerah Panggiliang Selatan. Sesekali dirawat oleh ponakannya, laki-laki berusia 55 tahun ini hanya menghabiskan hari-harinya dengan bermain musik, memasak pun dilakoni sendiri walaupun dalam kondisi buta.

Setelah tampil para komunitas yang terdiri dari 37 komunitas sepakat menggunakan bahan stand mereka setelah festival untuk membangun rumah maestro Batti-batti ini, seperti diungkapkan Dianika Ariatami, ketua panitia acara festival “Kami langsung sepakat untuk memperbaiki rumah beliau dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan sumbangan” ujarnya usai Daeng Muhammad tampil.

Festival Komunitas Selayar sendiri merupakan rangkaian acara dari launching Pengelolaan Akses Area Perikanan yang di selenggarakan oleh TN Takabonerate, Rare Indonesia dan Kelas Inspirasi Selayar hingga Minggu, 21 Februari untuk mengedukasi masyarakat mengelola secara baik wilayah laut dan pesisir.


div>