KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Citra Golkar Buruk Gara-gara Novanto Sering Disebut Di Kasus E-KTP

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Senin , 08 Mei 2017 07:55
Citra Golkar Buruk Gara-gara Novanto Sering Disebut Di Kasus E-KTP

Ilustrasi

RAKYATSULSEL.COM — Penyelidikan korupsi e-KTP yang dilakukan KPK telah mengusik Partai Golkar. Hal ini lantaran nama Ketua Umum Golkar, Setya Novanto selalu disebut sejak awal penyelidikan KPK dalam kasus e-KTP.

Politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyebut bahwa keterkaitan ini telah memperburuk citra partai beringin di mata masyarakat

“Golkar hampir sudah diidentifikasikan dengan partai korupsi. Kalau memang Setya Novanto tidak terlibat, kenapa disebut terus? KPK main politik, dong?” ujar Doli dalam diskusi bertajuk Hak Angket DPR dan Komitmen Pemberantasan Korupsi di Hotel Puri Denpasar, Jakarta, Minggu (7/5).

Doli mengaku dirinya pernah meminta pada pimpinan pusat Partai Golkar untuk segera menyiapkan ketua umum baru. Namun hal tersebut ditolak karena Setya Novanto masih berstatus saksi dan tidak terbukti ikut terlibat korupsi proyek pengadaan e-KTP.

“Saya usul (Golkar) untuk persiapkan ketum baru karena Setnov sudah tidak legitimate,” imbuhnya.

Nama Setya Novanto pertama kali disebut dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa KPK. Novanto, yang saat itu menjabat sebagai ketua Fraksi Golkar disebut sering bertemu dengan terdakwa korupsi pengadaan e-KTP, Andi Agustinus.

Namun hingga saat ini, KPK masih menjadikan Setya Novanto sebagai saksi karena penyidik belum mempunyai cukup bukti untuk menersangkakan ketua DPR tersebut.

Sikap KPK yang dinilai terlalu berhati-hati itu, menurut Doli, justru memancing orang-orang yang namanya beberapa kali disebut dalam penyidikan e-KTP untuk melakukan serangan balik.

[NEXT-RASUL]
“Saya meminta KPK untuk bersungguh-sungguh, tidak main-main memberantas korupsi. Karena rakyat di belakang KPK sekarang. Kalau KPK bergerak cepat tidak akan ada manuver politik,” pungkasnya. [ian/rmol]


div>