SABTU , 20 JANUARI 2018

CJH Embarkasi Makassar 15.911 Jemaah

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Sabtu , 20 Mei 2017 14:53
CJH Embarkasi Makassar 15.911 Jemaah

Ilustrasi. foto: jawapos.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel Abdul Wahid Thahir, menetapkan jadwal keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) embarkasi Makassar sebanyak 15.911 jemaah.

Jumlah tersebut terdiri dari wilayah Sulsel sebanyak 7.296 orang, Papua Barat 725 orang, Papua 1.080 orang, Sulbar 1.458 orang, Maluku Utara 1.080 orang, Maluku 1.090 orang, Sultra 2.026 orang, Gorontalo 981 orang, tambah dengan petugas kloter yang terdiri dari TPHI 35 orang, TPIHI 35 orang dan TKHI 105 orang.

“Khusus untuk jadwal keberangkatan dan pemulangan sifatnya masih tentatif (belum pasti), sampai ada penetapan dari hasil pertemuan dan finalisasi akhir di Ditjen PHU Kemenag RI,” kata Wahid Tahir diberitakan Rakyat Sulsel, Sabtu (20/5).

Dirinya juga menuturkan, dengan adanya penam,ahan kuota haji dari kerajaan Saudi Arabia, jumlah jemaah yang diberangkatkan akan bertambah.

“Kalau beberapa tahun sebelumnya Embarkasi Makassar terdapat 27 Kloter dari 8 provinsi di wilayah Timur Indonesia. Tahun ini terdapat penambahan jumlah kloter yaitu menjadi 35 kloter. Khusus Sulsel yang sebelumnya 13 kloter, tahun ini menjadi 16 kloter,” ucapnya.

Wahid Tahir berharap, proses persiapan dan pelaksanaan haji tahun ini bisa berjalan lancar dan sukses. “Kita memiliki pengalaman bertahun tahun dalam mengelola haji, mulai dari sebelum pemberangkatan sampai pada pemulangan, namun ada yang berbeda tahun ini soal jumlah jemaah dan jumlah kloter yang bertambah, yang lainnya hampir sama,” ujarnya.

Selain penambahan kuota, tahun ini jamaah juga memanfaatkan sejumlah fasilitas pendukung tambahan seperti wisma haji baru yang dilengkapi sarana pembelajaran kepada calon jemaah haji seperti penggunaan lift, toilet hotel hingga toilet pesawat.

“Kami meminta kepada PPIH agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal, mulai dari unsur kesehatan, imigrasi, otoritas bandara, maskapai dan kementerian agama sendiri harus selalu bersinergi, berkomunikasi dan berkoordinasi sehingga tidak ada lagi masalah yang timbul,” ungkapnya. (***)


div>