SENIN , 17 DESEMBER 2018

Cost Politik Mahal, Caleg Perempuan Belum Siap Bertarung

Reporter:

Iskanto

Editor:

Selasa , 09 Oktober 2018 11:40
Cost Politik Mahal, Caleg Perempuan Belum Siap Bertarung

ilustrasi (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Cost politik yang mahal membuat posisi Calon Legislatif (Caleg) perempuan tidak cukup kondusif. Jika ingin memenangkan pertarungan, mereka juga harus mandiri secara ekonomi.

Pakar Politik Universitas Muhammadiyah Makassar, Andi Luhur Priyanto, menilai, sejauh ini Caleg perempuan belum kuat secara ekonomi. Banyak Caleg perempuan merupakan hasil dari aktivitas transaksional. Ia melihat sebagian Caleg perempuan saat ini merupakan kerabat dari kepala daerah.

“Mereka didorong secara sosial transaksi, kesepakatan-kesepakatan. Misalnya, mereka maju sebagai Caleg untuk memenuhi kuota partai yang mendukung suaminya maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kemarin,” kata Luhur, Senin (8/10).

Menurutnya, secara cost politik sebagian Caleg perempuan belum kuat. “Mereka tampil karena desakan suami dan keluarga. Tentu cost politik mereka tidak mereka upayakan secara sendiri, mereka masih ketergantungan. Tidak ada kemandirian. Mereka mendapat bantuan dari pihak lain, terutama dari keluarga,” terangnya.

Sementara, Caleg perempuan asal Partai Golkar, Melani Mustari, menilai, Caleg perempuan justru memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan Caleg laki-laki. Walaupun tidak bisa dipungkiri, menjadi Caleg membutuhkan anggaran lebih.

“Perempuan lebih mudah berkomunikasi dengan siapa saja. Kalau anggaran, namanya orang pemilihan yang notabenenya dipilih oleh masyarakat. Tidak dalam pemilihan saja, namanya kita komunikasi dengan orang pasti butuh cost, minimal kalau kita duduk dengan orang,” tuturnya.

Sejauh ini, sebagai seorang Caleg perempuan, Melani mengaku tidak memiliki banyak kendala. Apalagi, sebelum memantapkan diri maju sebagai Caleg Kota Makassar, ia dan keluarga telah melakukan investasi sosial.

“Tapi kalau dari saya memang tidak ada kendala. Mulai dari orang tua dan saya juga sudah punya investasi sosial. Dan saya punya kelebihan, bisa ngobrol sama siapa saja,” ungkapnya. (*)

 


div>