SENIN , 21 MEI 2018

Cuaca Buruk, Nelayan Stop Melaut

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Selasa , 19 Desember 2017 17:32
Cuaca Buruk, Nelayan Stop Melaut

Ilustrasi nelayan. foto: Dokrakyatsulsel,

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – BMKG Wilayah IV Makassar memperkirakan dalam sepekan mendatang intensitas hujan di wilayah Sulsel masih pada kondisi hujan berat. Fenomena itu dipengaruhi adanya tekanan rendah dari wilayah utara Indonesia, khususnya wilayah Papua, sehingga menarik massa udara yang harusnya dari Asia ke Australia, berbalik menjadi dari Asia kembali Asia lagi.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yuda Pahlawan, menjelaskan, potensi hujan dengan intensitas lebat ini diprediksi bisa terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian Barat dan Utara. Sementara, bagian Selatan dan Timur diprediksi intensitasnya ringan hingga sedang.

“Sulsel bagian Timur dan Selatan lebih berawan dan hujan ringan. Barat dan Utara lebat,” jelasnya, kemarin.

Buruknya cuaca ini berdampak kerugian bagi para nelayan tradisional di Kota Makassar. Sebagian dari mereka terpaksa libur melaut dalam beberapa hari terakhir.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Makassar, Arsyad Bua, mengatakan, pihaknya melarang nelayan menangkap ikan sementara waktu menyusul peringatan munculnya badai siklon tropis Dahlia di perairan Sulawesi. Badai itu bisa memicu gelombang tinggi, sehingga berbahaya bagi keamanan kapal nelayan.

“Nelayan kecil semua kami imbau tidak melaut dulu karena cuaca buruk. Kalau dipaksakan akan berbahaya,” katanya.

Akibat cuaca buruk ini, ribuan kapal, terutama di bawah 30 Grosston (GT) milik para nelayan terpaksa diistirahatkan hingga cuaca membaik.

Arsyad menjelaskan, meski libur melaut, nelayan tidak lantas menganggur. Momentum ini dimanfaatkan para nelayan untuk memperbaiki kapal dan sarana tangkap.

Ia melihat peringatan badai siklon kali ini benar-benar diperhatikan nelayan. Lain halnya dengan peringatan cuaca buruk tahun lalu, di bulan yang sama. Ada sebagian nelayan yang masih nekat melaut kala itu dan mengabaikan peringatan BMKG.

Akibatnya, puluhan perahu nelayan di bawah 5 grosston (GT) rusak karena tersapu gelombang tinggi. “Saat ini musim peralihan angin dari timur ke barat. Nanti kalau cuaca kembali stabil, mereka akan melaut lagi dengan sendirinya,” katanya.

Sementara, potensi banjir, longsor, abrasi hingga angin kencang bisa terjadi di wilayah dengan curah hujan yang cukup lebat. Yang perlu diwaspadai adalah Sulsel bagian Barat dan Utara. Warga diminta untuk tetap waspada termasuk untuk nelayan dan masyarakat yang hendak bepergian dengan jalur laut.

Khusus untuk Makassar berpotensi terjadi hujan ringan hingga lebat. Dengan kapasitas curah hujan yang bervariasi. Untuk curah hujan dengan kapasitas ringan, curah hujan antara 0-20 mm per hari. Sementara, sedang 20-50 mm per hari dan lebat diatas 55 mm per hari.

Untuk tekanan angin dipantau berkisar 5-30 km per jam. Kendati cuaca buruk seperti hujan lebat dan petir belakangan terjadi di Sulsel, namun belum ada penundaan pelayaran.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, untuk daerah atau wilayah yang dideteksi rawan terjadi bencana banjir, longsor, ataupun gelombang tinggi untuk warga di pulau diharapkan masyarakatnya senantiasa waspada.

Dia mengakui, saat ini kondisi cuaca cukup ekstrim. Ia juga meminta instansi terkait selalu stand by menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi. “Dinas yang terkait sudah on call setiap saat untuk memberikan asistensi dan fasilitasi kepada masyarakat,” katanya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Makassar, Victor Vikki Subroto, mengatakan, kendati terjadi siklon tropis Dahlia di Samudera Hindia bagian selatan Jakarta namun pelayaran di Makassar masih aman. Dampaknya berupa intensitas hujan yang cukup tinggi hanya terjadi di Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

“Siklon tropis Dahlia ini juga diprediksi BMKG masih terjadi hari ini. Kecepatan anginnya 85 Km per jam. Juga di wilayah selatan Jakarta namun arahnya menjauhi perairan Indonesia. Jadi pelayaran masih aman, tapi tetap waspada,” ujarnya. (*)


div>