RABU , 12 DESEMBER 2018

Cuaca Ekstrem di Makkah Capai 40 Derajat Celcius

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

irsad ibrahim

Rabu , 25 Juli 2018 07:33
Cuaca Ekstrem di Makkah Capai 40 Derajat Celcius

int

RAKYATSULSEL.COM – Suripti Ningsih terus melirik kanan-kiri. Mencari-cari wajah Muji, rekan sekaligus tetangganya. Hanya Muji yang ia kenal. Tapi, sejak datang hingga pulang dirinya tak kunjung bertemu.

Perempuan 66 tahun tersebut kesulitan ketika akan berdiri, sehingga butuh seseorang untuk membantunya. Suripti merupakan satu dari 450 calon jamaah haji yang berada di kelompok terbang (Kloter) pertama asal Kota Minyak.

Nenek dari 13 cucu ini mengatakan, sudah lama bermimpi mengunjungi Tanah Suci. Barulah 2009 lalu dia mendaftarkan diri. Perlahan-lahan tabungan dikumpulkan dari hasil penjualan bakso di dekat SMP 10.

Namun, semenjak dia mengalami kecelakaan pada 2015, ia hanya mengandalkan pemasukan dari mengemas kerupuk rumahan, di samping pemberian dari anak-anaknya.

Dari 450 calon jamaah haji yang berangkat pada Jumat (27/7), tercatat juga nama Patawe Bakareng Ukkas sebagai calon jamaah haji tertua. Berusia 81 tahun, pria kelahiran Pangkep, Sulawesi Selatan ini tetap bugar dan bersemangat.

Sedangkan jamaah haji termuda yakni M Akbar Bimantara, 24 tahun, warga Jalan Tiung V, Gunung Bahagia. Keduanya secara simbolis dilepas dengan dikenakan rompi haji oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

Rizal berpesan kepada jamaah selama di Tanah Suci untuk tidak bepergian seorang diri atau sengaja berpisah dari rombongan. Mengingat banyak kejadian jamaah tersesat.

Ditambah cuaca ekstrem hingga suhu udara bisa mencapai 40 derajat Celcius. Dari itu, Rizal berpesan agar masing-masing jamaah dapat menjaga keselamatan diri, selain terus berkoordinasi dengan ketua rombongan maupun petugas haji yang mendampingi.

“Beberapa kejadian jamaah hilang atau menghilangkan diri memang terjadi,” kata Rizal, Rabu (25/7).

Ia juga mengingatkan agar jamaah berhati-hati kala mengunjungi daerah perbukitan, maupun lokasi yang terjal seperti Gunung Uhud. Sebab beberapa waktu lalu, seorang jamaah ada yang terjatuh dan meninggal dunia.

“Sebaiknya mengerjakan ibadah wajib dulu yang diperhatikan agar lancar,” lanjutnya.

Kloter pertama Balikpapan ini akan masuk embarkasi haji pada esok hari, Kamis (26/7). Jamaah akan tiba di asrama pukul 09.00 Wita.

Setelah menginap semalam rombongan berangkat ke Tanah Suci, pada Jumat (27/7) pukul 11.25 Wita. Selama menjalankan ibadah haji mereka akan menempati Hotel Al Kiswah Tower di wilayah Jarwal.

Kloter pertama Balikpapan ini akan kembali ke Tanah Air pada Jumat (7/9). “Persiapan haji tahun ini lebih baik, mulai dari fasilitas hingga makanan,” ungkap Kepala Kemenag Balikpapan, Hakimin.

Terkait masalah kesehatan yang paling sering dialami jamaah ialah dehidrasi. Selain itu penyakit asma dan tekanan memang paling menghantui jamaah, terutama mereka yang telah berusia senja.

Sedangkan untuk MERS, Hakimin berharap agar jamaah tidak terlalu khawatir. Selama para jamaah menjaga kebersihan, penyakit tersebut kemungkinan jarang diderita.

“Suhu udara di Arab Saudi sangat tinggi hingga 40 derajat, sehingga jamaah wajib dan disiplin minum agar tidak dehidrasi,” pungkasnya.

(JPC)


div>