SELASA , 18 DESEMBER 2018

Curhat TBL Beredar, NA Lapor Polisi

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Rabu , 20 Juni 2018 16:00
Curhat TBL Beredar, NA Lapor Polisi

ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sebuah rekaman yang disebut berisi suara Tanribali Lamo (TBL) beredar jelang pemungutan suara Pemilihan Gubernur (pilgub) Sulawesi Selatan.

Dalam rekaman tersebut, calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Agus Arifin Nu’mang itu blak-blakan seputar pencalonannya di Pilgub.

Rekaman suara yang beredar di berbagai media sosial, dalam bentuk rekaman video berdurasi lima menit lebih. Hingga kini belum jelas siapa pembuat dan pengirim awal video. Hingga saat ini TBL belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rekaman tersebut.

TBL, pada rekaman suara, antara lain menceritakan awal rencananya berpasangan dengan Nurdin Abdullah. Jauh sebelum NA memilih berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman, dan TBL memutuskan mendamping AAN.

Suatu waktu, NA disebut meminta mantan gubernur Sulsel Amin Syam untuk mengajak TBL sebagai pendampingnya. NA dan TBL sepakat mulai jalan bersosialisasi.

“Waktu ketemu di rumahnya pak Amin Syam, dia mulai. Kita bilang oke pak. Kosong satu-kosong dua, kita lihat hasil survei,” kutipan dalam rekaman yang disebut TBL.

Usai pertemuan tersebut, masih dalam rekaman suara, TBL mulai bergerak dengan memanfaatkan jaringan Kesbangpol di pemerintahan. Dia mengaku mengandalkan pengalamannya sebagai mantan personel TNI selama 33 tahun, dan tujuh tahun sebagai Dirjen di Kementerian Dalam Negeri.

Seiring waktu, TBL menyatakan bersedia menjadi wakil untuk NA. Sebaliknya, NA menyatakan bersedia menanggung semua biaya operasional untuk sosialisasi paket di Pilgub.

“Saya pegang, dan itu dia ulang beberapa kali. Begitu kita jalan, satu sen pun tidak ada. Saya bilang, mana uangnya.”

Karena kekurangan dana, TBL bahkan sampai menjual aset. Tanah di Cibubur, dan rumah di jalan Haji Bau Makassar.

“Saya jual Rp3 miliar lebih rendah di bawah harga tawaran. Kenapa? Agar bisa digunakan jadi posko.”

Seperti diketahui publik, TBL akhirnya batal berpasangan dengan NA. NA tiba-tiba mengalihkan pilihan, berpaket dengan Andi Sudirman Sulaiman, adik Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Sedangkan TBL tetap maju sebagai wakil Agus Arifin Nu’mang.

Hal itu juga diungkap TBL dalam rekaman suara yang beredar. Dia kaget saat suatu waktu, dikirimi foto SK rekomendasi dua partai politik, PAN dan PKS. SK berisi paket usungan di Pilgub Sulsel atas nama Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman.

“Saya tanya, kakanda, benarkah ini atau hoax? Saya tanya ke NA, tidak dijawab. Sesuai akad nikah, tidak dijawab.” jelasnya.

Dengan adanya vidio yang tersebar, tim Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) melaporkan ke Polda Sulsel. “Saat ini (Kemarin) saya lagi di Polda membuat laporan,” kata ketua tim Keluarga NA, Taufik Fachruddin.

Namun dirinya tidak ingin menyebutkan siapa yang dilaporkan. “Saat ini saya masih didepan penyidik,” jelasnya.

Juru Bicara NA-ASS, Bunyamin Arsyad mengatakan jika adanya vidio dan rekaman yang tersebar itu merupakan kampanye hitam yang membuat kerugian kandidat nomor urut tiga ini. “Setiap ada hal-hal kampanye hitam itukan tidak boleh dibiarkan,” katanya.

Dirinya menyebutkan jika tiga kali debat kandidat yang dilakukan oleh KPU sebagai penyelenggara itu sangat menjujung tinggi budaya Sulsel, tapi dengan tersebarnya rekaman tersebut menurut Om Ben sapaan Bunyamin Arsyad sudah menyimpang dengan norma Sulsel.

“Semua itu mau bercerita visi misi menjujung tinggi budaya Sulsel, namun tidak,” ucapnya.

Namun disinggung mengenai vidio dan rekaman tersebut, Om Ben juga tidak mau menyebutkan nama siapa yang dilaporkan di Polda Sulsel. “Diloporkan yang memiliki vidio, saya belum tau persis siapa yang punya, dan bapak (NA) juga belum tau karena ini haknya juga tim melapor,” jelasnya.

Pakar Ilmu Politik Unversitas Bosowa (Unibos), Arif Wicaksono, mengatakan bahwa bisa saja curhar kekecewaan TBL ke NA akan mempengaruhi pemilih.
“Bisa saja mempenggaruhi, karena waktunya menjelang hari H, dan ini adalah strategi lawan agar mengurangi dukungan ke NA,” katanya.

Diriya juga juga menyebutkan, saat ini belum mendapatkan informasi jika NA melakukan klarifikasi terkait adanya rekaman atau vidio yang tersebar. “Seharusnya (NA) melakukan klarifikasi lebih awal apakah (Rekaman) itu benar atau tidak,” ucapnya.

Tapi disingggung mengenai tim NA, melakukan laporan ke Polda Sulsel, Arif Wicaksono hanya menyebutkan seharusnya ada objek dilaporkan lebih awal. “Artinya harus melakukan klarifikasi dulu, siapa yang akan dilaporkan, dan harus pasti objek laporan dan itu bisa jadi fitnah,” jelasnya. (*)


div>