SENIN , 15 OKTOBER 2018

Daerah Perumahan dan Kesulitan Air Rawan Terjangkit DBD

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 05 Februari 2016 16:51

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Daerah Perumahan dan daerah sulit air bersih merupakan daerah paling rawan terkena penyakit demam berdarah (DBD).

Hal itu dikemukakan Kepala Puskesmas Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Ilham Willem, via telepon, Jumat (5/2). Menurutnya, khusus di wilayah kerjanya atau di Kecamatan Bacukiki titik potensi terjadinya penyakit DBD tersebut berada di daerah perumahan, dan daerah yang kesulitan air bersih.

“Potensi rawan terjadi masih di daerah perumahan di sekitar wilayah Perumnas dan daerah yang kesulitan air,” beber Ilham.

Ilham menjelaskan daerah yang kesulitan mendapatkan air bersih menjadi potensi penyebaran penyakit DBD disebabkan masyarakat kerap melakukan upaya penampungan air yang menjadi pemicu sarang nyamuk Aedes Aigypty atau nyamuk demam berdarah.

“Nah jika penampungan air tersebut tidak dibersihkan maka sama halnya dengan memelihara nyamuk,” jelas Kepala Puskesmas Lompoe ini.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare, dr. Muhammad Yamin mengatakan, khusus kasus penyakit DBD di tahun ini belum ada penambahan dari data Januari hingga Februari, yaitu delapan orang yang telah dinyatakan terjangkit penyakit tersebut.

Mengantisipasi penyakit DBD di kalangan masyarakat Parepare kata dia, pihaknya telah melakukan pembagian bubuk Abate kepada setiap Puskesamas untuk disalurkan kepada masyarakat.

“Yang pasti kita siapkan Abate dan tidak membatasi berapa banyak yang dibutuhkan masyarakat, semua permintaan akan tetap dipenuhi, tidak dibatasi jumlahnya,” jelasnya.

Kata Yamin, abate tersebut dapat diperoleh di setiap puskesmas dan di pustu, melalui tenaga atau petugas kesehatan yang menangani bidang tersebut dan dibagikan secara gratis.

“Bagi yang merasa membutuhkan silahkan berhubungan langsung dengan petugas kesehatan,” katanya.

Khusus Puskesmas Lompoe, Ilham telah mengemukakan bahwa sejak Desember tahun lalu pihaknya telah membagikan Abate kepada masyarakat sebanyak 7 kg.

“Sejak Desember lalu Abate sudah kita bagikan kepada masyarakat sebanyak tujuh kilo gram,” ujar Ilham.

Pembagian Abate tersebut melibatkan semua pihak, termasuk petugas kesehatan yang berada di lingkungan masyarakat setempat, serta sukarelawan dari masyarakat setempat.


Tag
  • DBD
  •  
    div>