RABU , 22 AGUSTUS 2018

Daftar Sekarang, Berangkat 30 Tahun Lagi

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 12 April 2016 11:10
Daftar Sekarang, Berangkat 30 Tahun Lagi

int

RakyatSulsel.com — Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan, tahun ini pihaknya tengah mengupayakan agar kuota haji di Indonesia dapat bertambah sebanyak 10.000 kuota. Mengingat, jumlah daftar tunggu haji di Indonesia sudah berpuluh-puluh tahun.

“Khusus Indonesia kita sedang usahakan tambahan sekitar 10 ribu, jadi ini yang kita ikhtiarkan mudah-mudahan bisa dipenuhi oleh pemerintah arab saudi. Dengan daftar tunggu yang mencapai 23 tahun di Indonesia dan penduduk muslim terbanyak, bisa jadi pertimbangan,” kata Lukman, usai membuka Raker Kemenag se-Sulsel di Asrama Haji Sudiang, Senin (11/4).

Untuk itu, ia berharap dari beberapa negara yang tak memenuhi kuota hajinya dapat diserahkan ke Indonesia.

Terkait pembinaan jamaah haji, Lukman mengatakan, tahun ini akan dilakukan penambahan dari 6 kali menjadi 10 kali. “Tujuh kali pembinaan dan pelatihan akan dilakukan di KUA dan tiga kali di kabupaten/kota. Pembinaan akan dilakukan dengan memanfaatkan sistem berbasis aplikasi,” ungkapnya.

Selain itu, Kemenag juga sedang memperjuangkan santunan crime rubuh dalam penyelenggaraan haji tahun lalu. Dikatakan Lukman, pemerintah telah memberikan data korban dan ahli waris penerimanya. Namun, pemerintah Arab Saudi masih menunggu beberapa negara lain untuk pencairannya.

“Cuma masih ada satu dan dua negara yang belum memberikan draf nya ke sana (Arab Saudi, red). Jadi, belum dikeluarkan secara keseluruhan. Saudi ingin memberikan secara serentak ke semua negara. Indonesia sudah beberapa bulan lalu menyerahkan data korban,” terangnya.

[NEXT-RASUL]

Untuk diketahui, saat ini kuota haji untuk Sulsel mencapai 5.777 kuota. Sedangkan, jumlah daftar tunggu mencapai 168 ribu orang. Ini berarti dibutuhkan waktu 29 hingga 30 tahun sebelum jamaah yang sudah mendaftar dapat diberangkatkan.

Terkait hal ini, Menteri Agama mengakui Sulsel merupakan salah satu wilayah dengan daftar tunggu haji yang paling panjang.

“Memang Sulsel yang terpanjang antriannya, makanya kami mengimbau agar yang belum pernah berhaji saja yang menggunakan kuota yang terbatas ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang berharap, Sulsel mendapatkan tambahan kuota haji sebanyak-banyaknya dari 10.000 kuota yang ditargetkan secara nasional.

“Kita minta sebanyak-banyaknya, tetapi yang menentukan kementerian. Mudah-mudahan kementerian bisa bagi berdasarkan jumlah calon daftar tunggu. Karena kita punya daftar tunggu kan sudah hampir 30 tahun, bahkan ada kabupaten yang lebih,” ungkapnya. (*/D)


div>