SELASA , 12 DESEMBER 2017

DAK Reguler Pemprov, Pendidikan dan Kesehatan Kecipratan Rp 178 Miliar

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Jumat , 08 Desember 2017 11:04
DAK Reguler Pemprov, Pendidikan dan Kesehatan Kecipratan Rp 178 Miliar

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel akan digunakan untuk pembangunan di sektor pendidikan dan kesehatan. Sekitar Rp 178 miliar dialokasikan untuk kedua sektor tersebut.

Kepala Bappeda Sulsel, Jufri Rahman, mengatakan, sebanyak Rp 178 miliar itu terbanyak menangani kesehatan dan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) se Sulsel. Rinciannya, Rp 105,6 miliar untuk kesehatan, dan Rp 50,5 miliar untuk SMA.

Sektor kesehatan juga mendapat kucuran anggaran dari DAK penugasan Rp 42,9 miliar untuk menangani rumah sakit rujukan, dari total Rp 217 miliar.

“DAK penugasan lainnya untuk membiayai bidang jalan sebesar Rp 25,1 miliar, irigasi Rp 7,3 miliar, energi skala kecil dan menengah Rp 14,8 miliar, serta lingkungan hidup dan kehutanan sebesar Rp 27,2 miliar,” bebernya, Kamis (7/12) kemarin.

Jufri mengungkapkan, terdapat beberapa bidang yang tidak mendapatkan pembiayaan pada tahun 2018. Diantaranya sanitasi, air minum, pasar, perumahan dan pemukiman, serta industri kecil menengah. Untuk DAK afirmasi yang fokus menangani daerah terpencil, juga tidak ada pengalokasian.

“Untuk optimalisasi anggaran, alokasi anggaran DAK sementara dibagi dalam tiga jenis alokasi anggaran. Diantaranya DAK fisik reguler, DAK fisik penugasan, dan DAK fisik afirmasi,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang diserahkan Presiden Joko Widodo, Sulsel mendapat alokasi anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp 31,2 triliun pada tahun 2018. Terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 18,369 triliun, DAK Fisik Rp 4,046 triliun, DAK non fisik Rp 5,285 triliun, Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 489,75 miliar, Dana Desa Rp 1,986 triliun, serta Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 1,076 triliun.

DIPA Sulsel tahun 2018 sebesar Rp 31,2 triliun meningkat dibanding tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 29,6 triliun. Angka tersebut diluar alokasi dana APBN yang diterima lembaga dan instansi vertikal yang ada di Sulsel.

 

Untuk kabupaten/kota, DIPA tertinggi diraih Kota Makassar sebesar Rp 1,9 triliun, disusul Kabupaten Bone Rp 1,8 triliun, dan Gowa Rp 1,3 triliun. Sedangkan Parepare menerima DIPA terendah, hanya Rp 633 miliar. (*)


div>