MINGGU , 20 JANUARI 2019

Dakwah di Era Millenial

Reporter:

Ridwan Lallo

Editor:

Rabu , 09 Januari 2019 14:50
Dakwah di Era Millenial

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Lembaga Pengembangan Dakwah dan Kampus Islami UMI, Dr H M Ishaq Shamad membawakan ceramah dhuhur tentang Dakwah di Era Millenial di Masjid Umar bin Khattab Kampus 2 UMI, Rabu (9/1).

Hadir sejumlah pimpinan fakultas dan lembaga dalam lingkup UMI serta ratusan mahasiswa UMI.

M Ishaq menyatakan, di era millenial saat ini semua orang Islam bisa menjadi da’i hanya dengan modal Smartphone. “Dimana saja, kapan saja selama nyambung dengan internet, materi dakwah dapat didownload dengan mudah. Makanya tidak heran setiap saat, kita dapat menerima pesan-pesan moral/dakwah melaui medsos,” ujar Ishaq.

Namun kata dia, perlu melakukan tabayun (dicek lebih dalam), setiap pesan yang diperoleh, apakah pesan tersebut valid atau hoaks. “Jika hanya hoaks (berita bohong), maka tidak perlu diforward, malah sebaiknya dihapus saja,” ajaknya.

Dikatakan, metode dakwah di dalam Alquran dijelaskan pada Q.S. An Nahl ayat 125. Ayat ini menjelaskan tiga metode dakwah, yakni Bil Hikmah (dengan cara bijaksana), Al-Mauizhah (pendidikan yang baik), dan Jadl (berdebat atau berkomunukasi).

“Oleh karena itu mahasiswa UMI yang sedang ujian semester saat ini, agar betul-betul belajar dengan baik, agar lulus ujian. Namun perlu diingat menurut hasil survei,  yang paling dibutuhkan seorang manajer perusahaan ketika merekrut staf baru, adalah kemampuan berkomunikasi dan kompetensi yang dimiliki serta kejujuran. Sedangkan nilai indeks prestasi hanya urutan ke 14,” jelasnya.

Lebih jauh Ishaq menjelaskan, ada empat model ceramah, yakni inpromtu (dadakan), memoriter (hafalan), manuscript (naskah), dan extempore (mengemukakan poin-poin penting).

“Bagi dai pemula metode inpromtu bisa menyebabkan demam panggung, karena ada uangkapan siapa naik mimbar tanpa persiapan, dia akan turun tanpa penghormatan. Namun metode terbaik saat ini adalah ekstempore, hanya menyajikan poin penting dari sebuah ulasan, sehingga penyajiannya lebih sistematis dan efektif,” pungkasnya. (*)


Tag
div>