SENIN , 10 DESEMBER 2018

Dalam Debat Publik, TP Jawab Kepastian ITH sebagai Industri Pendidikan Masa Depan

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Selasa , 19 Juni 2018 14:19
Dalam Debat Publik, TP Jawab Kepastian ITH sebagai Industri Pendidikan Masa Depan

int

MAKASSAR, RAKSUL.COM — Program Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Parepare nomor 1, Taufan Pawe-Pangerang Rahim (TP) di sektor pendidikan lebih prospektif.

Hadirnya Institut Teknologi Habibie (ITH) jadi jaminan masa depan industri pendidikan di Parepare. Itu sejalan dengan visi misi dan program TP menjadikan Parepare kota industri tanpa cerobong asap dengan pendekatan pelayanan dan hak dasar.

Taufan Pawe memaparkan soal kepastian ITH itu dalam debat publik calon wali kota-wakil wali kota Parepare di Novotel Makassar, Senin, 18 Juni 2018. “ITH adalah implementasi kebijakan Pemerintah Kota Parepare yang menjadi identitas sebagai Kota BJ Habibie,” terang Taufan.

Menurut Taufan, ITH bukan sekadar pepesan kosong. ITH sudah mengantongi Perpres nomor 152 tahun 2014, sisa menunggu kepastian operasional.

“Pendirian ITH hanya soal waktu. Kami sudah presentasikan di lintas kementerian. Menpan dan Kemenristek Dikti. Ada enam prodi yang direncanakan, dan Unhas sebagai induk semang sudah menyiapkan tenaga dosen. Saat ini berkasnya sudah di meja presiden, sisa menunggu kebijakan fiskal keuangan negara,” papar Taufan yang disambut gemuruh tepuk tangan pendukungnya.

Jika terealisasi, maka ITH akan menjadi institut negeri pertama di luar Pulau Jawa. “Ini bukan perguruan tinggi swasta yang bisa jalan sambil menunggu operasional. Perguruan tinggi negeri harus operasional dulu baru jalan,” ungkap TP yang berlatar belakang pendidikan doktor (S3) hukum.

Bentuk keseriusan Pemkot Parepare kata Taufan, sudah disiapkan anggaran APBD untuk pendamping APBN. Anggaran APBD ini dialokasikan untuk pembebasan lahan ITH.

Lahan yang disiapkan di wilayah Bilalangnge, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, kurang lebih 35 hektare. Itu terdiri dari 66 bidang tanah.
Anggaran yang disiapkan untuk pembebasan lahan ini sekitar Rp12 miliar. Sementara anggaran untuk prodi disiapkan Rp600 juta per prodi.

Jika TP mampu memberikan penjelasan secara pasti soal progres ITH dalam debat publik, rivalnya Faisal A Sapada (FAS) tidak memberikan secara gamblang soal kesempatan memperoleh pendidikan sekolah terpadu (SD dan SMP), serta kebijakan kurikulum lokal. FAS hanya menyinggung kalau masalah agama diperlukan untuk meningkatkan pendidikan dan penguatan kurikulum. (*)


div>