RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Dalam Perjalanan ke Wajo, Rombongan Menteri PUPR dan Gubernur Sulsel Sempat Mendarat Darurat di Parepare

Reporter:

Editor:

Niar

Rabu , 19 April 2017 17:43
Dalam Perjalanan ke Wajo, Rombongan Menteri PUPR dan Gubernur Sulsel Sempat Mendarat Darurat di Parepare

Rombongan Menteri PUPR RI Muh. Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL), sesaat setelah pendaratan darurat di Lapangan Gelora Mandiri, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Rabu (19/04/2017).

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI) Muh. Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo (SYL) beserta rombongan, terpaksa melakukan pendaratan darurat di Lapangan Gelora Mandiri, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Rabu (19/04/2017).

Rombongan diterima oleh Wali Kota Parepare HM. Taufan Pawe, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Parepare Samsuddin Taha, Camat Bacukiki Iskandar Nusu, dan sejumlah Kepala Satuan Perangkat Daerah (SKPD), dalam lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare.

Rencananya, rombongan Menteri PUPR dan Gubernur Sulsel ingin meninjau pembangunan Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo. Namun, Pilot yang menerbangkan Helikopter jenis PK TPF warna merah bercampur biru putih tersebut, Kapten Wiratno, mengalami gangguan pernafasan dan nyeri di bagian dada, di tengah perjalanan.

SYL mengatakan, pihaknya memastikan Helikopter yang digunakan dalam kondisi baik dan siap beroperasi. Hanya saja, kata dia, dalam perjalanan menuju Wajo, kondisi kesehatan pilot tiba-tiba terganggu. Sehingga, katanya, pihaknya memutuskan dilakukan pendaratan darurat di Parepare, sebagai lokasi yang cocok untuk mendarat.

“Ya, rencana sehingga kami terlebih dahulu singgah di Parepare, sambil ngopi. Alhamdulillah kami bersyukur semua rombongan dalam keadaan baik-baik saja,” katanya.

Sementara, Basuki menjelaskan, kejadian tersebut bukan pertama kali dialaminya, dengan kondisi yang sama pada saat di Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Di mana, katanya, salah seorang pejabat yang ikut dalam rombongan, juga mengalami gangguan pernafasan.

“Pelayanan kesehatan di Parepare patut diapresiasi dan diacungi jempol, yang segera memberikan penanganan kepada pilot. Sehingga, kami tidak perlu lama menunggu lama untuk memberikan pertolongan kepada pilot,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Direktur Bidang Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe B Andi Makkasau Parepare, Renny Anggraeny Sari, mengungkapkan, Kapten Wiratno memiliki riwayat penyakit bronkitis atau infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru, dan penyakit hipertensi.

“Dengan penangan yang cepat, kondisi pilot kini membaik dan sudah stabil. Sehingga, bisa melanjutkan perjalanan,” ujarnya. (luk)


Tag
div>