JUMAT , 22 JUNI 2018

Dalami Kasus Tindak Pidana Pemilu, Polres Gowa Panggil Sekda Bantaeng

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Minggu , 27 Mei 2018 21:40
Dalami Kasus Tindak Pidana Pemilu, Polres Gowa Panggil Sekda Bantaeng

Sekda Bantaeng, Abdul Wahab

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Aparat Polres Gowa terus menyelidiki dugaan pelibatan ASN di kampanye pasangan Calon Gubernur Sulsel nomor urut 3, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS). Selain memanggil tiga pejabat Pemkab Bantaeng yang terlibat, polisi juga memanggil Sekda Bantaeng, Abdul Wahab.

Surat panggilan Abdul Wahab telah dilayangkan Polres Gowa dengan nomor S Pgl/427/VI/2018/Reskrim. Dia diwajibkan untuk menghadiri pemeriksaan di Polres Gowa pada Senin, 28 Mei 2018. Dia diminta bertemu dengan penyidik Reserse Kriminal Polres Gowa, Ipda Andi Ridwan.

Dalam surat itu, polisi meminta keterangan Abdul Wahab sebagai saksi. Sentra Gakkumdu Polres Gowa akan meminta keterangan kepada Sekda Bantaeng terkait pengerahan ASN pada kampanye yang digelar di Malakaji, Gowa, pada April lalu.

Selain itu, polisi juga akan memanggil Camat Bisappu, M Amin Basit pada 29 Mei. Berbeda dengan Sekda, Amin Basit sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Penyidik juga akan memanggil Lurah Gantarangkeke, Sitti Faridah dan Camat Tompobulu, Ahmad Mukhlis sebagai saksi.

Ketua Panwaslu Gowa, Suharli membenarkan adanya panggilan itu. Dia mengakui, kasus ini ditangani oleh Sentra Gakkumdu Polres Gowa. Kasus ini juga telah dilimpahkan ke kepolisian untuk ditangani oleh penyidik Polres Gowa.

“Kasusnya sudah kita serahkan ke kepolisian. Penyidikannya juga akan ditangani kepolisian,” jelas dia.

Dia menambahkan, Sekda Bantaeng dipanggil untuk mengklarifikasi apakah memang ada pengerahan ASN atau tidak. Bukan tidak mungkin, Sekda Bantaeng juga akan terjerat dalam kasus ini.

Sebelumnya, Bupati Bantaeng, M Yasin berharap agar kasus ini tidak kembali terulang. Apalagi di Bantaeng juga sedang digelar Pemilihan kepala daerah. “Ini menjadi pelajaran, jangan sampai ada lagi ASN yang terlibat politik praktis,” katanya. (*)


div>