RABU , 14 NOVEMBER 2018

Damai, Cerdas, dan Bermartabat, Komitmen TSM Dalam Berpilkada

Reporter:

Editor:

Niar

Minggu , 20 Agustus 2017 11:30
Damai, Cerdas, dan Bermartabat, Komitmen TSM Dalam Berpilkada

H Tasming Hamid

PAREPARE, RAKSUL.COM- Sebagai salah satu figur yang telah mendeklarasikan dirinya untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota pada Pilkada Kota Parepare yg akan digelar tahun depan, H.Tasming Hamid berkomitmen untuk mengusung kontestasi pilkada damai, cerdas dan bermartabat.

“Damai yang dimaksud adalah senantiasa mengedepankan rasa persaudaraan dan semangat kekeluargaan, agar tetap terjaga suasana kondusif dan harmonis di tengah-tengah masyarakat. Kami sudah berkomitmen untuk berkompetisi secara sehat dengan tidak melakukan hal-hal yang dianggap rawan memicu konflik horizontal seperti hujatan dan fitnah kepada kompetitor kami,” demikian disampaikan juru bicara pemenangan TSM (akronim Tasming Hamid), Fuad Ukkas pada media, Minggu, (20/08).

Cerdas yang dimaksud, sambungnya, adalah kontestasi yang sarat dengan pertarungan ide dan gagasan, tentang tata kelola pemerintahan, manajemen pengembangan SDM dan SDA, pemanfaatan potensi ekonomi guna meningkatan kesejahteraan masyarakat, serta isu-isu lainnya yang dianggap strategis dan relevan dengan tugas dan tanggung jawab seorang Kepala Daerah.

Menurutnya, pesta demokrasi juga diharapkan menjadi momentum untuk melakukan transformasi nilai kepada seluruh stakeholder yang terlibat. Para elite yang berkontestasi idealnya berperan sebagai katalisator dalam meningkatkan kecerdasan politik dan berdemokrasi masyarakat, sehingga pada gilirannya, mereka akan lebih memahami keterlibatan melalui partisipasi hak suara untuk menentukan masa depan kota ini dan lebih egaliter dalam menyikapi setiap perbedaan.
[NEXT-RASUL]

“Sangat memprihatinkan bila perhelatan ini hanya diwarnai dengan pertikaian psikis. Mari, kita konversi menjadi konflik ide atau gagasan agar lebih produktif dan bermanfaat,” kata politikus Demokrat tersebut.

Bagi tim pemenangan TSM, mereka yakin jika masyarakat yang saling menjaga silahturahmi, hubungan persaudaraan dengan baik, maka niscaya banyak manfaat positif akan didapatkan. Sebaliknya, masyarakat akan mudah dan rentan berkonflik, jika silaturahmi di antara mereka rusak, tidak mampu dipelihara dengan baik.

“Jangan karena perbedaan pandangan, keberpihakan politik, serta kontestasi perebutan kekuasaan kita semua menghalalkan segala cara. Sesungguhnya apapun kita lakukan, upayakan dan perjuangkan, niscaya tidak akan membawa manfaat sedikitpun bila tidak dilandasi niat dan cara yang sehat,” tandasnya,” katanya.


div>