MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Damkar Usulkan Pengadaan Tiga Pekarong di APBD Perubahan 2018

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Senin , 17 September 2018 08:00
Damkar Usulkan Pengadaan Tiga Pekarong di APBD Perubahan 2018

Armada kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar memadamkan api di salah satu titik kebakaran di Makassar, belum lama ini. foto: mdfajar/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar mengusulkan pengadaan tiga pemadam kebakaran lorong (pekarong) di anggaran APBD Perubahan. Anggaran yang diusulkan sekira Rp70 juta per titiknya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Damkar Makassar, Aswin Kartapatiharun mengatakan, saat ini baru ada tiga titik pekarong, dua titik di Kecamatan Mariso dan satu titik di Kecamatan Tamalate. Dari tiga tiga pekarong yang terbangun, dua titik melalui anggaran pemerintah dan satu titik lainnya merupakan hasil dari swadaya masyarakat.

“Tiga titik kita tambah di anggaran perubahan, anggarannya Rp70 juta per titiknya. Jadi semua lima titik pekarong yang kita bangun pakai anggaran pemerintah,” kata Aswin, Minggu (16/9).

Kata Aswin, kehadiran pekarong ini hanya untuk menanggulangi peristiwa kebakaran dengan tingkat api dibawah 30 persen. Sebab, yang mengoperasikan pekarong ini adalah masyarakat setempat yang sebelumnya telah dibekali pemahaman perihal teknik pemadaman.

“Damkar bangun instalasi pemadaman disitu, ada air, bak air, pompa, selang, tapi yang bekerja adalah masyarakat setempat, itupun kalau api awal atau sekitar 30 persen kebawah, sambil menunggu pemadam kebakaran,” ujarnya.

Kata dia, ada tiga kriteria yang nantinya akan dibanguni pekarong. Yaitu, lorong padat penduduk, lorong rawan kebakaran, dan lorong-lorong kecil yang sulit diakses oleh mobil pemadam kebakaran.

Sementara, dengan anggaran terbatas pemerintah baru membangun dua titik saat ini, dan menyusul tiga titik lainnya jika disetujui di perubahan.

“Belum kita tentukan titiknya, kita baru mau survei dilapangan, yang jelas itu tadi kriterianya untuk penambahan tiga titik lagi tahun ini,” ungkapnya.

Sementara, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto mengatakan, kebakaran harus dicegah dengan menghidari faktor resikonya. Makanya itu, kehadiran pekarong ini diharapkan bisa menanggulangi resiko kebakaran yang jauh lebih besar.

Danny berharap kehadiran pekarong bisa meminimalisir jatuhnya korban jiwa jika terjadi kebakaran lantaran sudah ditanggulangi lebih awal oleh masyarakat sekitar, sambil menunggu mobil pemadam kebakaran.

“Kebakaran ini harus dicegah faktor resikonya, kalau sudah terjadi penanganan di empat menit awal, karena kalau semakin cepat ditangani semaki sedikit menelan korban jiwa,” ungkap Danny.

Diketahui, pekarong ini bentuknya sederhana, terdiri dari tondon berkapasitas 2 kubik atau mampu menampung 2000 liter air, mesin pemompa portabel yang dilengkapi konektor, serta selang air dengan daya jangkau 150 meter.

Alat ini juga dilengkapi lonceng yang berfungsi sebagai alarm saat terjadi kebakaran, dan alat pemadam api ringan (Apar) berupa tabung berisi karbon dioksida sebagai bahan pemadamnya. (*)


div>