SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Dampingi UAS, Bupati Pangkep Beri Bantuan ke Pesantren Shohwatul Is’ad

Reporter:

Atho Tola

Editor:

Iskanto

Jumat , 07 September 2018 16:49
Dampingi UAS, Bupati Pangkep Beri Bantuan ke Pesantren Shohwatul Is’ad

int

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Dai kondang Ustad Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS, menghadiri doa bersama yang digelar Ponpes Shohwatul Isad Pangkep, dan Tabligh Akbar Pemkab Pangkep Kamis (06/09), kemarin.

Meski sudah berlalu namun cerita menarik seputar kedatangan UAS di Pangkep, masih jadi pembicaraan di tengah masyarakat, seakan akan mereka masih gagal move on, setelah ditinggal oleh Ustad Somad.

Mulai dari kedatangan UAS di Pondok pesantren Shohwatul Is’ad dengan menggunakan heli, yang disambut langsung Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid, dan Ketua Yayasan Shohwatul Is’ad DR. Muh Yusring Baso, hingga ceramah menggelitiknya saat tabligh Akbar di Alun Alun Pangkep, Kamis malam.

Di Pesantren Shohwatul Is’ad, UAS menyampaikan pentingnya terus menuntut ilmu dan menggantungkan cita-cita setinggi langit. Tidak hanya itu, dihadapan ratusan santri ia juga bercerita tentang pengalamannya saat menuntut ilmu di Cairo dan Maroko.

Dalam kesempatan ini pula UAS yang didampingi Bupati Kabupaten Pangkep Syamsuddim Hamid, melakulan peletakan Batu Pertama Gedung Serbaguna Al-hijrah yang terletak di Lingkungan Ponpes seluas kurang lebih 12 Hektar tersebut.

Demi memuluskan pembangunan gedung serba guna Al-hijrah, bersama Pemkab Pangkep, Syamsuddim Hamid memberikan bantuan bahan bangunan dan uang tunai. Hal itu sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan Pesantren Shohwatul Is’ad.

“Sumbangan tersebut yakni 500 sak semen dari Bupati Pangkep, yang masing-masing 100 sak dari Muspida atau sekitar 300 sak. Serta bantuan uang tunai Pemkab Pangkep sebesar Rp 250 juta lewat anggaran tahun 2019,” ujar Ketua Yayasan Shohwatul Is’ad DR. Muh Yusring Baso.

Kedatangan UAS sendiri sejak jauh hari dinantikan warga Pangkep, bahkan sebagian warga tidak hanya dari wilayah kepulauan Pangkep, mereka juga datang dari luar Pangkep, sebut saja dari Makassar, Barru, hingga Pare Pare.
(*)


div>