SENIN , 10 DESEMBER 2018

Dana BOS Cair Pekan Depan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 18 April 2017 11:37
Dana BOS Cair Pekan Depan

int

MAKASSAR, RAKSUL- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel segera mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SMA/SMK.

Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo berjanji, dana BOS untuk SMA/SMK periode Triwulan I dipastikan cair pekan

depan. Namun ia mengatakan belum tahu pasti soal tanggalnya. Ia mengakui, memang ada hambatan dalam aturan-aturan baru berkaitan

administrasi dana BOS. Misalnya, rencana kegiatan anggaran sekolah yang mesti dibuat oleh masing-masing sekolah. “Saya sudah di janji

badan keuangan. Insya Allah, dana BOS sudah bisa cair pekan depan. Tapi jangan dulu minta pekan ini. Karena dana Bos itu bukan

kewenangan saya semata,” kata None didepan puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK asal Makassar, Bone, Gowa dan Maros melalui

penandatanganan Pekan Integritas Sekolah 2017, Senin (17/4).

Penandatangan integras sekolah sendiri dilakukan antara sekolah, pengawas sekolah dan dinas pendidikan. Hal ini juga ditandai dengan

semakin ketatnya pencairan dana BOS menyusul adanya laporan tentang banyaknya sekolah di Sulsel yang melakukan rekayasa data. Dalam

hal ini ditemukan banyaknya tindakan kriminal yang dilakukan pihak sekolah yakni melaporkan data yang tidak sesuai dengan Dapodik. “Kita

akan memberikan dana BOS sesuai dengan data yang masuk. Tapi sebelumnya, kita akan melihat data. Contohnya laboratorium. Kalau ada

laporan masuk tentang laboratorium, tapi nyatanya di sekolah itu tidak ada lokasi untuk laboratorium, maka itu yang dipotong dananya,”

tambahnya.

Dana Bos untuk SMA/SMK sendiri di Sulsel mencapai Rp800-an miliar. Mekanismenya tetap dilakukan secara bertahap, namun untuk

SMA/SMK Negeri sudah berupa bantuan langsung. Beda dengan swasta yang berupa hibah. “Saat ini kita masih validasi RKAS-nya (Rencana

Kerja Anggaran Sekolah),” jelasnya.

Namun, jika ada ditemukan pelanggaran penggunaan dana BOS, Dinas Pendidikan menegaskan akan memangkas anggarannya bahkan bisa

dilakukan pembekuan alokasi anggaran. “Kemudian kita lihat apakah sesuai data atau tidak. Kalau tidak kita langung cut out, berdasarkan data

yang ada. Apabila sudah terlanjur cair, namun tidak sesuai data, kami akan cut out di triwulan berikutnya,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator pengawas Sekolah Sulsel Nur Laely Basir membenarkan jika banyak laporan pelanggaran yang terjadi dan tidak

sinkron antara data yang di input di Dapodik. Menurutnya, ini adalah sebuah tindak kriminal yang dilakukan oleh pihak sekolah. Ditanyai

mengenai nama sekolah, Laely enggan membeberkan. “Tidak etis kalau saya sebut nama sekolahnya,” jawabnya singkat.

“Bagi sekolah negeri yang ada di sulsel ini mungkin tidak masalah, tapi malah yang terjadi dana cair, RKAS belum ada. Padahal ini disusun

berdasarkan evaluasi. Jadi saya bilang perencanaannya mana?, Saya kira ini dicocok-cocokkan saja,” tambahnya. (Ash/D)


div>