RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Danny Apresiasi Golkar dan Demokrat Taat Aturan, NasDem Bagaimana ?

Reporter:

Editor:

dedi

Minggu , 26 Maret 2017 14:02
Danny Apresiasi Golkar dan Demokrat Taat Aturan, NasDem Bagaimana ?

Danny Pomanto

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wali kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto melayangkan apresiasi terhadap partai- partai di Indonesia yang kerap menjadikan Makassar sebagai tempat pelaksanaan berbagai event.

Menurutnya, ucapan apresiasi ini diberikan karena hampir seluruh partai politik yang menghelat kegiatan di Makassar, baik skala lokal maupun nasional senantiasa memperhatikan aturan dan ketentuan yang berlaku dalam kota ini.

Ia mencontohkan dua partai besar Indonesia yakni Partai Golkar dan Demokrat yang ada di Makassar. Mereka telah berkali- kali menggelar kegiatan, namun tetap mengindahkan segala aturan yang ada, utamanya menyangkut pemasangan berbagai atribut partai di wilayah Makassar.

“Sebelum mereka melakukan pemasangan atribut, terlebih dahulu pimpinan atau jajaran pengurus partainya menemui saya, atau sekedar bersurat mohon izin sekaitan keperluan tersebut,” tutur Danny, Minggu (26/3).

Mereka lanjut Danny, sadar betul apa yang sedang menjadi program yang tengah dijalankan di Makassar utamanya menyangkut ketertiban umum dan estetika kota.

Mereka pun patuh dan menghargai itu sehingga selalu terlebih dahulu menyampaikan pemberi tahuan dan izin kepada pemerintah setempat yang berwenang.

“Besok (hari ini), Jajaran pengurus DPD II Golkar kembali akan melakukan pelantikan kepengurusan yang baru. Alhamdulillah mereka disiplin, taat hukum,” puji Danny.

Karenanya pemasangan atribut kepartaian yang dilakuan, mulai dari bendera, umbul- umbul, dan banner (baligho) di area publik tidak menemui persoalan.

Danny menambahkan jika Makassar sejak kepemimpinannya betul- betul memperlihatkan komitmen dan keseriusannya menegakkan segala aturan dan produk hukum di wilayahnya. Ada izin pun kata Danny, tetap harus memperhatikan tempat tertentu yang tidak bisa dipasangi atribut partai, seperti sekolah, gedung pemerintahan, dan tempat ibadah.

“Taat aturan dan malu melanggar hukum haruslah dimulai dari pemimpinnya. Karena kita adalah contoh yang mesti diteladani,” pungkasnya.(ale)


div>