JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Danny-Aru Punya Mau

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 29 Maret 2017 10:53
Danny-Aru Punya Mau

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2018, sejumlah figur mulai mempertontonkan bakal pasangan duetnya. Seperti Incumbent Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto yang digadang-gadang berpasangan dengan Ketua DPD II Golkar Makassar, Farouk M Betta (Aru).

Sinyal bakal berpaketnya dua figur tersebut mengemuka saat pelantikan serta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD II Golkar Makassar, yang dihadiri langsung Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto, Minggu (26/3) malam.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPD II Golkar Makassar, Farouk M Betta mengatakan kesiapannya mengikuti arahan Ketua Umum Setya Novanto dan Ketua DPD I Nurdin Halid, terkait potensi paket dengan incumbent di Pilwalkot Makassar mendatang. “Saya sangat menghargai itu. Sebagai kader tentunya mesti patuh, jadi saya siap diarahkan dengan apapun,” kata Aru melalui via Seluler Selasa (28/3).

Aru, mengatakan dorongan berpaket bersama Danny merupakan apresiasi yang tinggi dari seorang Ketua umum Golkar dan ketua DPD I Golkar Sulsel, yang telah mengutarakan niat dan perhatian yang sama terhadap pelaksanaan Pilwalkot mendatang. “Tentu apresiasi yang tinggi atas amanah yang diberikan. Jika partai menghendaki jadi wakil tetap saya terima dan jalankan perintah partai,” terangnya.

Sementara Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan tidak masalah jika dirinya dengan Aru berpaket di Pilwalkot Makassar 2018, karena memang selama ini sudah bersama dalam kapasitas sebagai Wali kota dan Aru ketua DPRD kota Makassar. “Kalau saya dengan Pak Aru sama sekali tidak ada masalah, kita sudah berpartner di DPR dengan pemerintah kota. Tinggal kita menanyakan ke masyarakat dengan survei yang ada. Doakan proses itu bisa berjalan baik,” kata Danny.

Dany Pamanto mengatakan Golkar adalah partai yang selalu mengawal kerja pemerintah kota makassar. Selain itu, ia menilai langkah sinyal yang diberikan Ketua umum DPP dan DPD untuk mendorong maju di pilwalkot adalah penghargaan yang patut dia apresiasi. “Partai Golkar dan partai lainnya telah memberikan konstribusi besar terhadap program kerja pemerintah kota Makassar selama ini. Terkait dukungan, saya sangat apresiasi,” tutur Dany Pomanto.

[NEXT-RASUL]

Diketahui, selama ini banyak parpol memberikan janji untuk mengisyaratkan dukungan kepada petahana. Yaitu, PDIP, PPP, PKB, Hanura, PBB dan Golkar. Syarat mengusung di Pilwalkot Makassar 2018 mendatang membutuhkan 9 kursi di DPRD. Dengan syarat usungan tersebut, praktis masing-masing parpol masih membutuhkan koalisi untuk dapat mengusung calon. Golkar sendiri sebagai pemenang pemilihan legislatif (Pileg) Makassar 2014 lalu mengontrol 8 kursi, disusul Demokrat dengan 7 kursi.

Seperti diketahui, Danny pada Pilwalkot 2013 lalu mampu mendulang 182,484 suara atau 31.18 persen. Sedangkan Farouk M Betta pada Pileg 2009 lalu mengantongi 4.800 suara dan pada Pileg 2014, 4.436 suara.

Konsultan Politik Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy mengatakan, posisi kedua figur tersebut saat ini menjadi nilai tambah apabila berduet. Bukan tanpa alasan, Danny yang merupakan Wali Kota Makassar dan Aru sebagai Ketua DPRD Makassar tentu memiliki elektabilitas serta popularitas yang cukup baik. “Duet Danny-Aru merupakan wacana yang menarik. Dimana saat ini Danny sebagai Walikota dan Aru sebagai Ketua DPRD Kota Makassar,” ungkapnya.

Nursandy menjelaskan, Danny yang saat ini merupakan figur non parpol tentu mengincar partai yang mampu mengantarkannya menjadi orang nomor satu di Makassar. Sehingga, Golkar sebagai partai besar sudah pasti masuk dalam radar Danny. “Secara psikologis dan manuver politik yang dilakukan Danny, kelihatannya memang mengincar partai Golkar sebagai salah satu kendaraan politiknya di Pilwali. Duet Danny-Aru, saya kira cukup bisa saling menutupi kelebihan dan kekurangan masing-masing,” jelasnya.

Namun, Nursandy tidak ingin berspekulasi, pasalnya sejauh ini ada beberapa figur yang juga diwacanakan akan mendampingi Danny. Jadi, bukan hanya nama Aru, tetapi figur lain seperti Iqbal Djalil yang namanya saat ini tengah hangat diperbincangkan. “Saya pikir Danny dalam memilih pasangan, tidak akan gegabah dan melakukan pertimbangan matang. apalagi kita ketahui, bukan hanya Aru yang diwacanakan berpasangan dengan Danny,” terangnya.

Menjadi penantang, Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal (Deng Ical) yang digadang-gadang juga akan ikut dalam Pilwalkot nantinya mesti mampu membangun kekuatan. Bukan tanpa alasan, figur Danny-Aru cukup kuat untuk merobohkan lawan politik nya nanti. “Kalau duet Danny-Aru terwujud. Sebagai kompetitor Danny, Deng Ical tentu harus mencari pasangan yang mampu mengimbangi kekuatan lawan potiknya. Berpasangan dengan Cicu memiliki potensi yang baik untuk melawan kekuatan Danny-Aru,” ungkap Nursandy.

[NEXT-RASUL]

“Tentu tidak sulit mengkonsolidasikan kekuatan masing-masing. karena basis pemilih Ical-Cicu hampir sama,” tambahnya.

Lebih lanjut, kata Nursandy, menjadi penantang untuk Danny-Aru, Deng Ical tidak akan mengalami kesulitan dalam menentukan pasangan. “Untuk mengimbangi kekuatan Danny-Aru. saya yakin Daeng ical punya banyak pilihan calon pendamping, termasuk cicu salah satunya,” jelasnya.

Sementara itu, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Andi Luhur Prianto menilai wacana duet Danny dan Aru kurang cocok. Pasalnya, kedua figur tersebut merupakan sosok Pimpinan di Kota Makassar. Danny yang merupakan Wali Kota Makassar dan Aru Ketua DPRD Makassar, sehingga lebih cocok untuk berduel. “Saya kira kedua tokoh ini lebih layak untuk berduel ketimbang berduet. Figur ini punya basis kekuatan yang berbeda. Satu menguasai infrastruktur birokrasi dan satu nya lagi memiliki infrastruktur partai politik yang terkonsolidasi,” terangnya.

Sehingga, Luhur menjelaskan, untuk saat ini, Danny dan Aru lebih baik mensosialisasikan diri sebagai 01. Pasalnya, berbicara duet masih sangat dinamis apabila ditekankan saat ini. “Sebaiknya kedua tokoh ini jalan masing-masing dulu, dalam bersosialisasi. Masih dinamis, masih terbuka kemungkinan-kemungkinan dalam perjalanan. Kalau toh nanti di ujung perjalanan bersinggungan, mungkin keduanya bisa bersama atau tetap kokoh di jalan masing-masing” jelas Luhur.

Terkait dengan Syamsul Rizal (Deng Ical) yang digadang-gadang juga akan maju, dan berpotensi menjadi lawan Danny. Luhur mengatakan, akan terjadi sebuah kejutan besar nantinya. Sehingga saat ini Deng Ical harus cerdas menentukan pasangan duet nantinya. “Seru kalau begitu, saya kira itu rivalitas antara loyalis versus mantan loyalis,” terangnya.

Sebelumnya, Isyarat dukungan Danny dan Aru disampaikan Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid disela-sela pelantikan Ketua DPD II Makassar, Minggu lalu. NH menyatakan, bahwa Partai Golkar tidak hanya mencari pemimpin atau calon kepala daerah melalui survei tapi juga menggunakan sistem dialogis. Karena itu, Golkar membuka ruang kepada siapa pun yang punya potensi membangun bangsa ini. “Kalau tidak ada kader Golkar yang melebihi potensi Internal, tidak menutup kemungkinan kita dukung dari luar partai. Saya kira Pak Danny sudah bagus,” kata NH.

[NEXT-RASUL]

Menurutnya, Danny Pomanto Sebagai Wali Kota dan Farouk sebagai ketua DPRD Makassar merupakan dua pemimpin lembaga negara yang harus disatukan. “Ada Danny Pomanto sebagai Wali Kota dan Farouk M Betta Sebagai ketua DPRD sudah selayaknya keduanya disatukan untuk mewujudkan makassar dua kali lebih baik,” kata NH.

“Pak Danny Pomanto ada di mana- mana. Tapi insya Allah tidak kemana- mana. Sehingga jika DP yang hatinya kuning berpasangan dengan Aru yang memang sudah kuning, maka insya Allah, mari sama- samaki mensejahterahkan kota Makassar,” pungkasnya. (E)


div>