JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Danny Bahas Konektivitas Pulau di FGD Lemhanas

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 07 Juni 2017 12:09
Danny Bahas Konektivitas Pulau di FGD Lemhanas

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto ditunjuk sebagai pemateri pada sebuah Focus Group Discussion (FGD) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Gedung Astragatra Lemhanas, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (6/6). foto: ist for rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto ditunjuk sebagai pemateri pada sebuah Focus Group Discussion (FGD) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Gedung Astragatra Lemhanas, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (6/6).

Wali Kota Makassar satu-satunya kepala daerah di Indonesia jadi pemateri dalam forum ini.

Dalam kesempatan ini, Danny sapaan wali kota, menguraikan materi tentang esensi konektivitas, yakni pokok-pokok persoalan dalam kajian tentang “Optimalisasi Pembangunan Konektivitas Antar Pulau guna Meningkatkan Kemandirian dan Daya Saing Ekonomi dalam Rangka Tercapainya Tujuan Nasional”.

Pokok-pokok persoalan itu menurut Danny meliputi, pertama, pembangunan konektivitas antar pulau yang diperlukan guna mengakselerasi peningkatan kemandirian dan daya saing ekonomi wilayah dalam rangka pencapaian tujuan nasional yang belum dilaksanakan.

Kedua, Belum dimilikinya Identifikasi tentang peta prioritas pembangunan konektivitas antar pulau yang mampu menjadi primover bagi kemandirian dan daya saing wilayah.

Pokok persoalan selanjutnya kata Danny adalah peluang dan kendala yang dihadapi pada pembangunan konektivitas antar pulau, baik yang berkaitan dengan sinergi kebijakan, kapasitas anggaran, kelembagaan, sumber daya manusia dan partisipasi masyarakat yang belum dimanfaatkan dan diatasi secara baik.

Persoalan keempat, yaitu belum adanya langkah-langkah strategis yang diperlukan agar kebijakan tersebut mampu mengakselerasi peningkatan kemandirian dan daya saing ekonomi di pulau-pulau.

[NEXT-RASUL]

“Kemarin kami mendapat kunjungan dari negara-negara Uni Eropa, hampir semua duta besar hadir termasuk Singapura. Bagaimana intensnya Makassar terkonektivitas secara internasional dengan beberapa kalangan, yah salah satunya karena positioning (posisi geografis) kita,” papar Danny diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (7/6).

Hanya saja bagi Danny dirinya belum pernah melihat dalam perancangan pembangunan nasional dimana positioning menjadi bagian penting dari sebuah perencanaan secara keseluruhan. Pulau- pulau tidak mampu mandiri dan mengeluarkan segala potensi yang dimilikinya.

Danny mengatakan secara filosofis sistem konektivitas di Indonesia ini harus dirubah sehingga peran-peran pulau keluar. (***)


div>