SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Danny Bantah Perintahkan Pungut Iuran

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 02 Maret 2017 10:14
Danny Bantah Perintahkan Pungut Iuran

Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto. foto: rakyat sulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tersangka kasus dugaan pungutan liar modus kelas tambahan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Makassar, Muhammad Yusran mengklaim mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.

Tersangka yang juga Kepala SMAN 5 tersebut mengaku, memungut iuran dari siswa berdasarkan perintah SK dari Walikota Makassar. “Itu sudah instruksi secara tertulis dari pak wali, ada SK-nya,” ujar Yusran diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (2/3).

Menanggapi itu, Danny Pomanto, sapaan walikota mengakui, kelas tambahan tersebut sesuai SK yang dikeluarkan. Namun Danny, membantah keras jika SK tersebut menginstruksikan pihak sekolah menarik iuran dari siswa.

“Rekomendasi (SK) itu rekomendasi offline. Offline itu tidak ada hubungannya dengan memungut uang. Jadi rekomendasi tersebut merupakan instruksi untuk menerima siswa miskin sekitar situ yang berprestasi. Karena itu adalah aspirasi masyarakat dan itu ada SK Wali Kota-nya. Tapi tidak pernah ada saya suruh minta uang,” ungkap Danny.

Menurutnya, meskipun ada mekanisme pemungutan sumbangan sukarela, tapi Danny menegaskan tidak ada dalam SK tersebut yang meminta pihak sekolah untuk memungut sumbangan sukarela tersebut.

“Sumbangan sukarela selalu yang menjadi alasan mereka, tapi coba lihat itu SK, tidak ada saya berikan instruksi untuk meminta uang dari siswa kelas tambahan itu. Kalaupun sukarela itu tidak boleh ada paksaan sama sekali. Jadi saya dukung kejaksaan untuk menindaknya karena memang itu sudah korupsi,” pungkasnya. (***)


div>