SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Danny Beri Kuliah Umum Calon Mahasiswa PPs UNM

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 10 Maret 2017 14:18
Danny Beri Kuliah Umum Calon Mahasiswa PPs UNM

Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, menyampaikan matrikulasi umum bagi calon mahasiswa Program Magister dan Doktor, Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM) di Gedung PPs UNM, Jumat (10/3). foto: muh alief/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, menyampaikan matrikulasi umum bagi calon mahasiswa Program Magister dan Doktor, Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM) di Gedung PPs UNM, Jumat (10/3).

Matrikulasi umum diikuti seribuan calon mahasiswa yang mulai berkuliah pada pekan kedua Maret 2017. Di hadapan calon mahasiswa, Danny memaparkan program unggulan pemerintahannya di bidang pendidikan yang lazim dikenal dengan 18 Perintah Revolusi Pendidikan.

“Pendidikan berlangsung di rumah, sekolah, dan lingkungan sosial,” katanya.

Rumah berperan dalam peletakan dasar nilai-nilai pendidikan, sementara sekolah berfungsi sebagai lembaga formal pendidikan, dan lingkungan sosial menjadi lingkungan nyata atau the real life bagi anak.

Pendidikan bagi Danny bermakna ukuran kemajuan, kewajiban pemerintah sekaligus perintah agama. Pendidikan juga bermakna pintu masa depan.

Pengalaman 21 tahun mengabdi sebagai dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar mengajarkan Danny menyandarkan kebijakan dan program pemerintahannya berdasarkan riset bukan pada perkiraan atau yang sering diistilahkan Danny, ‘Ilmu Kira-kira’ (Kiralogi).

18 Perintah Revolusi Pendidikan dirancang Danny sebagai master plan pendidikan Makassar yang mengakomodir ketiga lingkungan utama pendidikan. Peluncurannya bertepatan dengan pelantikan kepala sekolah se-Makassar. Konsep ini juga lahir dari hasil riset yang dilakukan Danny bersama guru besar UNM sejak awal menjabat wali kota.

Tujuannya, mengasah kecerdasan intelektual, emosional, dan mendekatkan anak – anak Makassar pada akar budayanya. Mereka tidak lagi menjadi generasi yang tercerabut dari akar budayanya. (***)


div>