RABU , 22 AGUSTUS 2018

Danny Genjot Relokasi PKL ke Kanre Rong

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 21 Juli 2018 11:00
Danny Genjot Relokasi PKL ke Kanre Rong

Walikota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto (Foto: ist)

– Pekan Depan, Kesiapan Harus 90 Persen

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam penanganan Pedagang Kaki Lima (PKL) di tiga kecamatan, yakni Ujung Pandang, Bontoala, dan Rappocini mulai terlihat.

Pekan depan, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menginginkan progres kesiapan relokasi PKL ke kawasan Kanre Rong Karebosi mencapai 90 persen.

Hal itu terlihat dalam rapat koordinasi kembali dengan semua Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) terkait relokasi dan pengoperasian kawasan Kanre Rong di Ruang Sipakatau Balaikota, Kamis (19/7) kemarin.

Danny menjelaskan, semua SKPD harus memikirkan sendiri konsep yang akan dibuat, kemudian disatukan dengan SKPD lain untuk mensukseskan kawasan kuliner dan kerajinan di Karebosi tersebut.

“Kita mau pekan depan, pada rapat finalisasi konsep. Saya tidak main-main, 17 Agustus harus sudah dioperasikan ini barang,” tegas Danny Pomanto.

Danny menambahkan, kesiapan seperti penataan perparkiran, arus lalu lintas hingga perizinan para pedagang bisa selesai pekan depan. Selain itu, aspek sarana prasarana, seperti ketersediaan air bersih, listrik dan soal lingkungan juga harus selesai pada rapat selanjutnya.

“Banyak yang harus disiapkan, siapa yang kelola, siapa yang cuci piringnya, siapa kelola kursi, disewa apa tidak, itu harus selesai semua pekan depan,” jelasnya

Danny mengatakan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) sudah dibuatkan dengan leading sektor di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), namun untuk koordinator akan diberikan di setiap SKPD.

“Ada lima koordinator, koordinator keamanan itu Satpol PP, pendapatan akan ditentukan Bapenda, kebersihan itu DLH, Humas dari Koperasi, dan sarana itu PU, selanjutnya akan diurus di Ortala,” ungkapnya.

Sementara, Kabag Organisasi Tata Laksana (Ortala) Setda Kota, Muh Syarif, mengatakan, pihaknya menunggu semua penetapan yang bakal mengisi struktur organisasi UPTD Karebosi oleh SKPD yang telah ditunjuk Wali Kota Makassar.

“Kalau sudah ada nama-namanya, kita bawa ke BKD untuk di sahkan kemudian akan dilantik,” singkatnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Evy Aprialty, mengatakan, kawasan Kanre Rong Karebosi hanya akan difokuskan makanan dan kerajinan khas Kota Makassar. Hal ini juga sekaligus memperkenalkan kuliner Makassar.

“Makanan dan kerajinan fokus kita, intinya 17 Agustus semua kios-kios di Kanre Rong,” ucapnya.

“Pak Wali (Wali Kota) sangat serius mengurus kaki lima ini, makanya beliau yang langsung memimpin rapat tadi,” tambahnya.

Diketahui, ketiga program Pemkot Makassar diprediksi mampu memberikan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan. Termasuk kawasan Kanre Rong di prediksi mampu memberikan PAD sebesar Rp17 miliar.

Angka Rp17 miliar tersebut sudah termasuk pemasukan dari sektor parkir, makanya, untuk memaksimalkan pendapatan di sektor parkir pihaknya meminta agar PD Parkir memikirkan solusi perihal penataan perparkiran di kawasan.

Untuk kios di Kawasan Kanre Rong, disiapkan sebanyak 350 lapak yang akan diisi pedagang kaki lima di Jl Sunu dan sekitaran Masjid Al Markaz Al Islami (Kecamatan Bontoala), termasuk PKL yang ada di Kecamatam Ujung Pandang, dan Kecamatan Rappocini. (*)


div>