RABU , 21 NOVEMBER 2018

Danny Ingin Makassar Jadi Daerah Pengendali Inflasi

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Rabu , 31 Oktober 2018 10:00
Danny Ingin Makassar Jadi Daerah Pengendali Inflasi

Walikota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto (Foto: ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dibawah kepemimpinan Wali Kota Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, tampak serius ingin menjadikan Makassar sebagai daerah dengan pengendali inflasi terbaik.

Salah satu inovasi yang diwacanakan orang nomor satu di Makassar ini pasca mendapatkan penghargaan sebagai kota terbaik Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) pada Juli lalu, adalah pengadaan 10 unit mobil pengendali inflasi.

10 unit mobil tersebut bahkan telah dianggarkan di APBD Perubahan sebesar Rp5,2 miliar, melalui Bagian Perlengkapan Sekretriat Kota Makassar. Tujuannya, sebagai moda transportasi komoditi jika terjadi lonjakan harga bahan pokok dipasaran sehingga menyebabkan terjadinya inflasi.

Kepala Bagian Perlengkapan Setda Makassar, Husni Mubarak menyebutkan, moda transportasi untuk pengendali infalasi tersebut telah dilelang melalui LPSE.

“Ada 10 unit mobil, total anggaran Rp 5,2 miliar melalui APBD-Perubahan,” singkat Husni, Selasa (30/10).

Kata Cunni, sapaan akrabnya, pengadaan 10 unit mobil pengendali inflasi ini akan diserahkan ke Dinas Perdagangan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

“Operasionalnya nanti di Dinas Perdagangan untuk inflasi pasar, jadi kalau harga sembako di pasar naik mobil ini yang akan membackup buat pasar murah,” katanya.

Sementara, Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disdag Makassar, Ikhsan NS menyebutkan salah satu tujuan pengadaan mobil operasional tersebut untuk pengendalian inflasi.

“Jadi kalau terjadi kenaikan harga, misalnya cabai, kita cari dimana sumbernya baru kita distribusikan ke pasaran. Jadi, kalau di Pasar Pa’baeng-baeng mahal kita kesitu, begitu juga dengan pasar lainnya,” ucap Ikhsan.

Dia menyebutkan salah satu penyebab terjadinya kenaikan harga dikarenakan suplay bahan pokok yang langka. Makanya itu, kata Ikshan, mobil ini akan difungsikan untuk membantu pemerintah dalam hal kelancaran distribusi.

Selain itu juga diharapkan bisa memberikan edukasi kepada seluruh pedagang untuk tidak sesekali menaikkan harga diluar ketentuan pemerintah. Sebab, jika terjadi kenaikan harga bahan pokok maka mobil pengendali inflasi akan hadir dan menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan harga yang dipasaran.

“Jadi ini juga untuk membantu kelancaran distirbusi, karena biasanya naik harga itukan alasannya langka suplay bahan pokok. Nah itu yang kita penuhi, tanpa merugikan pedagang. Tapi pedagang jangan juga karena alasan langka, langsung seenaknya menaikkan harga, paling tidak jangan melampaui 30 persen,” tuturnya.

Diketahui, mobil ini merupakan salah satu inovasi pemerintah untuk mengontrol terjadinya inflasi di Makassar melalui sistem Smart Inflation Control (SIC). (*)


div>