SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Danny Isyaratkan Andi Bukti Jabat Plt

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 16 Juni 2017 13:27
Danny Isyaratkan Andi Bukti Jabat Plt

Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto. foto: rakyat sulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Masa jabatan Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar yang dijabat oleh Ibrahim Saleh akan berakhir Juni ini. Persiapan penunjukkan pelaksana tugas (Plt) telah dilakukan oleh Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto dan telah disetor ke Pemprov Sulsel.

Wali kota telah memasukkan satu nama di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk meminta persetujuan oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

“Saya sudah masukkan satu nama, dia golongan 4D, pejabat eselon II, tegas, bisa mengatomi dan senior, umurnya sekira 56 tahun inisialnya AB,” kata Danny saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (15/6).

Danny menambahkan, jika telah menjadi Plt, maka AB tidak akan ikuti lelang jabatan, agar bisa menciptakan kestabilan birokrasi. “Jadi nanti AB ini tidak bisa lagi ikuti lelang jabatan supaya adil, perlu kestabilan birokrasi,” ungkapnya diberitakan Rakyat Sulsel, Jumat (16/6).

Danny menjelaskan, 1 Juli mendatang AB sudah bisa mulai menjadi Plt. Untuk batas waktu menjabatnya, kata Danny, dirinya belum bisa menentukan. “Saya tidak tahu sampai kapan dia menjabat, tapi menurut aturan maksimal enam bulan dan bisa diperpanjang,” jelas Danny.

Sebelumnya, nama-nama yang disebut menguat untuk menduduki jabatan Plt Sekkot, yakni Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset, Erwin Syafruddin Hayya, Kepala Badan Perizinan A Bukti Djufri, Kadisnaker Irwan Bangsawan, Kepala Bapenda Irwan R Adnan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Abdul Rahman Bando.

Berdasarkan ciri-ciri yang dibocorkan Danny, Andi Bukti paling memungkinan.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Ashari F Radjamilo mengakui, sampai saat ini pengusulan Plt Sekkot belum sampai di pihaknya.

Jika sudah ada, lanjut Ashari, maka akan segera diproses dan akan ditujukan langsung ke pimpinan dalam hal ini Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

“Belum ada sampai ke kami, kalau ada pasti akan diproses, dan langsung ditujukan ke pimpinan,” jelasnya. (***)


div>