RABU , 21 NOVEMBER 2018

Danny Jamu BEM PTM se – Indonesia

Reporter:

Editor:

dedi

Rabu , 08 Maret 2017 19:12
Danny Jamu BEM PTM se – Indonesia

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menjamu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se – Indonesia di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa, 7 Maret 2017, kemarin.

Tak kurang dari seratusan pengurus BEM PTM hadir pada jamuan makan malam itu. Kunjungan mereka ke Makassar untuk menghadiri Silatnas (Silaturahim Nasional) yang pembukaannya berlangsung pagi tadi di kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

“Isi Silatnas dengan hal – hal yang bersifat global,” pesan Wali Kota Danny.

Menurutnya, kekuatan tidak lagi ditentukan oleh besar kecilnya seseorang atau lembaga namun kekuatan ditentukan oleh kecepatan. Siapa yang tercepat maka dialah yang terkuat.

Hal terpenting untuk memenangkan persaingan kata Danny dengan menguasai informasi. Ia berpesan kepada BEM PTM se – Indonesia agar memanfaatkan momentum Silatnas untuk mempersatukan cara pandang Islam sebagai keyakinan, rahmatan lil alamin untuk menjawab seluruh kebutuhan.

Danny melanjutkan, di era digital informasi, kekuatan pikiran tak dapat dikesampingkan dalam menentukan keberhasilan. Ibarat dua sisi mata uang, dalam diri manusia terdapat potensi untuk berpikir positif atau malah berpikir negatif. Dalam Islam dikenal dengan istilah tabayyun dan khusnuzon.

Sebuah penelitian yang dilakukan di masa Hitler berkuasa menunjukkan betapa besarnya pengaruh kekuatan pikiran dalam menentukan masa depan seseorang. Pikiran positif dapat mengantarkan seseorang menuju kesuksesan. Sebaliknya, pikiran negatif dapat berdampak kemunduran (kegagalan) bagi individu.

Pikiran positif dapat membantu manusia dalam membaca tanda – tanda dan bukti – bukti kebesaran Allah SWT. Sementara pikiran negatif akan menjauhkan manusia dari fitrahnya sebagai khalifah (pemimpin).

Wali Kota Danny yang juga memiliki pengalaman puluhan tahun sebagai akademisi menyebut peserta Silatnas sebagai calon – calon khalifah di masa yang akan datang yang kelak akan menorehkan sejarahnya.


div>