JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Danny: Kepsek Pembocor Kunci Jawaban UN Harus Dipecat

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 07 April 2016 14:37
Danny: Kepsek Pembocor Kunci Jawaban UN Harus Dipecat

Walikota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto. foto: mdfajar/rakyatsulsel.

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto angkat Bicara perihal dua oknum kepala sekolah SMA swasta di Makassar yang terlibat praktek nakal pembocoran soal dan kunci jawaban Ujian Nasional (UN) saat ujian memasuki hari kedua, Selasa (5/4) lalu.

Menurut Danny, kepsek tersebut memimpin sekolah swasta jadi sewajarnya sanksi tegas diberikan oleh pihak yayasan kepada pimpinan yang dianggap nakal dalam membocorkan rahasia dokumen negara.

“Soal dan kunci jawaban UN adalah rahasia negara, tidak boleh dibocorkan. Kalau ada kepsek yang melakukan tindakan tersebut saya berharap yayasan berikan sanksi tegas bila perlu melakukan pemecatan,” ujar Danny dengan nada keras, saat dikonfirmasi, Rabu (6/4).

Ahli arsitek nasional ini menuturkan, pihaknya sedang berupaya membangun citra pendidikan dan melakukan revolusi pendidikan di Makassar.

“Kepsek tersebut tidak boleh dibiarkan. Kalau dia di sekolah negeri akan saya berikan sanksi pemecatan, tapi dia kepsek sekolah sawasta jadi yayasan yang berikan sanksi. Saya sudah tegaskan pelaksanaan UN di Makassar tidak boleh tercoreng dengan ulah oknum pejabat di lingkup sekolah,” tegas Danny.

Terpisah saat dikonfirmasi, perihal dua pejabat Kepsek swasta yang membocorkan naskah UN demi meluluskan anak didiknya di Makassar. Sekretaris Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Makassar, Aryati Puspasari mengakui kejadian tersebut.

[NEXT-RASUL]

“Iya benar, kejadian tersebut sungguh memalukan. Kami juga sudah turun ke lapangan mengecek dan sekarang oknum kepsek sudah di tahan dan dilakukan pemeriksaan di polrestabes Makassar,” tuturnya.

Menurut Aryati, Dikbud menyerahkan sepenuhnya perilaku tak bertanggung jawab tersebut kepada pihak kepolisian.

“Biarkan hukum yang bicara. Kalau kepsek dia bikin begitu, kasian anak-anak karena ada bar kodenya. Pak Wali instruksikan suruh pengawas segera mengusut ini dan saya sangat mendukung,” demikian Aryati.

Tak hanya itu, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Makassar, Alimudin Tarawe menambahkan, perihal insiden yang menyeret dua kepsek di Makassar sedang dalam pengembangan atau penyelidikan di Polrestabes Makassar.

“Kasus kedua oknum kepsek tersebut sementara dalam penyelidikan Polrestabes Makassar,” singkatnya melalui via telepon.

Sebelumnya ada dua oknum pejabat kepsek sekolah swasta di Makassar terlibat membocorkan soal UN tahun ini. Penangkapannya berdasarkan pengembangan kasus beredarnya kunci jawaban di Kabupaten Soppeng.

[NEXT-RASUL]

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan penangkapan kepsek SMA swasta di Kota Makassar tersebut.

“Oknum kepsek di Makassar ini diduga kuat terlibat dalam sindikat pembocor soal UN di Makassar dan Soppeng. Kemungkinan Polrestabes Makassar bakal menyelidiki kasus itu,” tuturnya.

Dia menegaskan, soal UN termasuk dalam dokumen negara. Jika dibocorkan sebelum waktunya, berarti dianggap melanggar pasal 112-116 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Informasi Rahasia yang berkaitan dengan keamanan negara. “Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun, penjara jika terbukti,” kata Frans.

Selanjutnya, saat dikonfirmasi perihal penangkapan, Humas Polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin mengatakan, Polrestabes Makassar dan Polres Soppeng terus melakukan pengembangan terkait dugaan sindikat pembocor soal UN yang sehari sebelumnya dibekuk di Kabupaten Soppeng.

“Pelaku sudah diamankan Selasa (5/4), dua orang oknum kepala sekolah (kepsek) di Kota Makassar yang terlibat dalam sindikat pembocor dan penjual kunci jawaban UN 2016 di Makassar dan Soppeng,” katanya.

Dia menambahkan kasus tersebut akan diproses dan diselesaikan sesuai aturan dan hukum yang berlaku. “Ya kalau bersalah ditahan, dan tidak bersalah di bebaskan,” jelas Burhanuddin.

[NEXT-RASUL]

Meski demikian, Polda maupun Polrestabes enggan mejelaskan secara detile kronologis penangkapan kedua kepsek tersebut. Namun berdasarkan Informasi yang dihimpun Rakyat Sulsel, kedua kepsek tersebut yakni Fatahuddin (58) Kepsek SMA Makassar Raya dan Mattawang (37) Kepsek SMA Citra Mulia Makassar. Mereka ditangkap aparat kepolisian di rumahnya masing-masing.

Dari hasil interogasi petugas, kedua kepsek ini mengaku sengaja membocorkan soal dan kunci jawaban UN 2016 untuk meluluskan seluruh siswanya.

Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar melalui Komisi D Bidang Kesejahteraan Masyarakat dan Pendidikan meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar agar mengusut terkait adanya kepala sekolah yang telah melakukan tindakan pembocoran soal Ujian Nasional.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi D bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Andi Nurman. Menurut dia, Pemkot Makassar harus menindak tegas terhadap oknum yang membocorkan soal UN kepada siswa. Pasalnya, perbuatan tersebut sudah melanggar hukum dan aturan yang diberlakukan.

“Pemkot Makassar harus melakukan tindakan yang keras kepada oknum Kepala sekolah tersebut, perbuatan tersebut sudah melanggar aturan yang diberlakukan,” ungkapnya. (yad-ash/D)


div>