SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Danny Lebih Sreg Birokrat

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 27 April 2017 10:30
Danny Lebih Sreg Birokrat

Danny Pomanto, foto: mdfajar/rakyatsulsel

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto mengisyaratkan bakal calon pendampingnya kelak di Pilwalkot Makassar 2018, berasal dari kalangan birokrat.

Hal tersebut diungkapkan Danny setelah mengikuti sidang Paripurna di DPRD Makassar, Rabu (26/4). Menurut pria berlatar arsitek ini keinginannya mendapatkan wakil dari kalangan birokrat bukan tanpa alasan. Menurutnya performa kinerja pemerintah Kota Makassar saat ini cukup tinggi sehingga membutuhkan performa seorang wakil yang memiliki kecakapan dalam mengurus birokrasi.

Meski demikian, Danny secara tegas menyatakan untuk sosok pendampingnya di Pilwalkot mendatang, menanti survei yang saat ini dilakukan sejumlah tim yang dibentuk. “Tunggu saja survei akan saya umumkan nanti, karena saya ingin figur yang mendampingi siap bekerja,” ujarnya.

Danny menuturkan, sangat menginginkan sosok figur birokrat yang bisa mengakomodir kepentingan publik, serta mengetahui seluk beluk administrasi pemerintahan. Oleh sebab itu, lanjut Danny saat sekarang belum bisa menyebut inisial sosok figur yang diinginkan untuk mendampingi pada periode kedua di Pilwalkot Makassar nanti.

“Bagi saya, sosok figur yang saya inginkan jadi pendamping adalah bisa mengendalikan birokrat di pemerintahan,” terangnya.

Saat ditanya soal rayuan parpol dan kader parpol yang menginginkan dirinya berpaket, Danny menyatakan akan mempertimbangkan hal tersebut karena pilihan menegenai pendamping di Pilwali juga merupakan usulan dari rakyat. Bukan semata – mata atas kehendaknya sendiri. “Meski ada tawaran parpol, saya akan pertimbangkan. Karena pilihan yang saya umumkan adalah datang dari rakyat,” katanya.

Ahli arsitek nasional ini mengungkapkan, ia juga bersyukur jika ada partai yang memberi dukungan kepadanya. Namun yang menentukan pasangan atau pendampingnya di Pilwali, diserahkan sepenuhnya kepada rakyat. Olehnya itu, Walikota Makassar membuka diri bagi siapa saja yang ingin mendampinginya di Pilwali Makasaar. Selama itu rakyat yang menentukannya. “Saya kira rakyat akan menentukan dalam lima atau enam bulan, sebelum proses Pemilihan Walikota,” pungkasnya.

Danny menambahkan, dirinya akan mendaftar melalui jalur partai politik untuk bisa diusung di Pilwali. Ada dua parpol yang jadi prioritas Danny untuk saat ini, yakni Partai Gerindra dan PKS. “Kalau parpol lain masih lama (pendaftaran), tapi bulan depan saya akan daftar di Gerindra dan PKS,” terangnya.

[NEXT-RASUL]

Menanggapi sinyalemen Danny yang menginginkan figur birokrasi sebagai pendampingnya, Pakar politik UIN Alauddin Makassar, Sabri AR mengungkapkan, kalangan birokrasi dianggap masih cukup besar dalam mempengaruhi pilihan politik masyarakat. “Pilwalkot 2018 mendatang di kota Mkaassar, figur dengan latar belakang ASN dianggap punya peluang yang cukup terbuka untuk ambil bagian di momentum lima tahunan tersebut. Terutama merangkul suara di instansi pemerintahan,” ujarnya.

Menurutnya, dari sejumlah nama, birokrat, yang cukup berpeluang menjadi paket Danny yakni Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo (None) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar Ibrahim Saleh (Ibe)

“Publik juga tahu kedua ini, dari kalangan birokrasi yang memiliki basis kuat dan berpotensi maju di pilwalkot Makassar,” katanya.

Akademisi UIN itu menyebut, besarnya kekuatan yang dimiliki kalangan birokrasi tak lepas dari masih minimnya kekuatan masyarakat sipil. Selain belum tumbuhnya kesadaran politik masyarakat, Sabri menambahkan, kecenderungan masyarakat saat ini menempatkan birokrasi sebagai sumber informasi yang mengetahui banyak hal. “Hal itu berdampak pada posisi birokrasi kian kuat dan mampu menggiring masyarakat dalam menentukan setiap pilihannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pakar politik Unhas Makassar, Azwar Hasan mengatakan saat ini, masih sulit untuk menebak siapa yang berpeluang menjadi calon wakil dari petahana Danny Pomanto jika opsi kontestannya banyak.

Akademisi Unhas itu, memprediksi jika pendamping Danny bisa berasal dari politisi, tapi bisa juga birokrat.

“Kalau lawannya banyak, maka tentu masih sulit untuk menebak siapa yang lebih berpeluang, apalagi dari kalangan birokrat,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Golkar Tutup Peluang, Danny Enggan Berspekulasi

Sementara Wacana paket Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dengan Ketua DPRD Makassar yang juga adalah Ketua DPD II Golkar Makassar, Farouk M Betta (Danny-Aru) tampaknya hanya menjadi isapan jempol.

Hal ini setelah keputusan Golkar Makassar melalui Rapat Kerja (Raker) menetapkan Farouk M Betta  sebagai calon tunggal Wali Kota Makassar yang bakal diusung oleh partai berlambang pohon beringin itu. Artinya, Golkar Makassar menutup ruang untuk kandidat lain.

Menanggapi hal tersebut, Danny enggan berspekulasi. “Partai itu besokpi, saya kira Insya Allah dia bukakanja pintu itu,” ungkap Danny.

Dia bahkan menyinggung soal kesiapan dirinya untuk bertarung melalui jalur independen. Dengan bukti dukungan melalui Kartu Tanda Penduduk (KTP), tanpa dukungan partai politik, Danny optimis akan masuk pada bursa calon Wali Kota Makassar. “Kalau saya kan adami payungku toh, 400.000 KTP adami payung. Kalau mesti harus terjun bebas di payungnya,” jelas Danny.

Ditanya soal upaya untuk mengendarai Golkar, Danny memilih untuk bergeming. Dia mengatakan tak masalah jika Golkar telah menutup ruang. “Tidak apa-apa kalau tutup pintu, masak kita mendaftar kalau tidak buka pendaftaran, tapi kalau silaturahmi bisa, saya silaturahmi dengan semua,” tegasnya.

Danny yang ditanya kemungkinan untuk membuka komunikasi dengan DPD I Golkar Sulsel dan DPP Golkar menolak hal tersebut. Dia mengatakan, dirinya menghargai DPD II Golkar Makassar atas keputusan yang telah disepakati di internal partai Golkar. “Jangan (lewat DPD I dan DPP), hargai tawwa DPD II, mesti kita hargai. DPD II dan DPD I, semua harus kita hargai, karena biar DPD II pasti dibawah pengawasan pusat,” tuturnya. (Yad-Isk/D)


div>