JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Danny Minta Yayasan Pecat Kepsek Nakal Pembocoran Kunci Jawaban UN

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 07 April 2016 12:27

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto angkat bicara perihal dua oknum kepala sekolah SMA swasta di Makassar yang terlibat praktek nakal pembocoran soal dan kunci jawaban Ujian Nasional (UN) saat ujian memasuki hari kedua, Selasa (5/4) lalu.

Menurut orang nomor satu di Makassari ini, kepsek tersebut memimpin sekolah swasta, jadi sewajarnya sanksi tegas diberikan oleh pihak yayasan kepada pimpinan yang dianggap nakal dalam membocorkan rahasia dokomen negara.

“Soal dan kunci jawaban UN adalah rahasia negara, tidak boleh dibocorkan. Kalau ada kepsek yang melakukan tindakan tersebut, saya berharap yayasan berikan sanksi tegas. Bila perlu melakukan pemecatan,” ujar Danny dengan nada keras, saat dikonfirmasi, Rabu (6/4).

Arsitek nasional ini menuturkan, kota Makassar yang dinakhodainya saat ini, pihaknya sedang berupaya membangun citra pendidikan dan melakukan revolusi pendidikan di Makassar.

“Kepsek tersebut tidak boleh dibiarkan. Kalau dia di sekolah negeri, saya berikan sanksi pemecatan. Tapi dia kepsek sekolah swasta, jadi yayasan yang berikan sanksi. Saya sudah tegaskan, pelaksanaan UN di Makassar tidak boleh tercoreng dengan ulah oknum pejabat di lingkup sekolah,” tegas Danny.

Terpisah saat dikonfirmasi, perihal dua pejabat (Kepsek) sekolah swasta yang membocorkan naskah UN demi meluluskan anak didiknya di Makassar, Sekretaris Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Makassar, Aryati Puspasari mengakui kejadian tersebut.

“Iye benar kejadian tersebut, sungguh memalukan. Kami juga sudah turun lapangan mengecek dan sekarang oknum kepsek sudah di tahan dan dilakukan pemeriksaan di Polrestabes Makassar,” tuturnya.

Menurut Aryati, Dikbud menyerahkan sepenuhnya perilaku tak pantas tersebut kepada pihak kepolisian.

“Biarkan hukum yang bicara. Kalau Kepsek dia bikin begitu, kasihan anak-anak, karena ada bar kodenya. Pak Wali Kota Danny instruksikan suruh pengawas segera mengusut ini dan saya sangat mendukung,” demikian Aryati.

Tak hanya itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Makassar, Alimudin Tarawe menambahkan, perihal insiden yang menyeret dua kepsek di Makassar sedang dalam pengembangan atau penyelidikan di polrestabes Makassar.

“Kasus kedua oknum kepsek tersebut sementara dalam penyelidikan Polrestabes Makassar,” singkatnya melalui via telepon.

Sebelumnya ada dua oknum pejabat kepsek sekolah swasta di Makassar terlibat membocorkan soal UN tahun ini. Penangkapannya berdasarkan pengembangan kasus beredarnya kunci jawaban di Kabupaten Soppeng.

Saat di konfirmasi,Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan penangkapan kepsek SMA swasta di Kota Makassar tersebut.

“Oknum kepsek di Makassar ini diduga kuat terlibat dalam sindikat pembocor soal UN di Makassar dan Soppeng. Kemungkinan Polrestabes Makassar bakal menyelidiki kasus itu,” tuturnya.

Dia menegaskan, soal Ujian Nasional (UN) termasuk dalam dokumen negara. Jika dibocorkan sebelum waktunya, berarti dianggap melanggar pasal 112-116 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Informasi Rahasia yang berkaitan dengan keamanan negara.

“Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun, penjara jika terbukti,” kata Frans.

Selanjutnya, saat dikonfirmasi perihal penangkapan, Humas polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin mengatakan, Polrestabes Makassar dan Polres Soppeng terus melakukan pengembangan terkait dugaan sindikat pembocor soal Ujian Nasional (UN) yang sehari sebelumnya dibekuk di Kabupaten Soppeng.

“Pelaku sudah diamankan Selasa (5/4/2016), dua orang oknum kepala sekolah (kepsek) di Kota Makassar yang terlibat dalam sindikat pembocor dan penjual kunci jawaban UN 2016 di Makassar dan Soppeng,” katanya.

Dia menambahkan akan diproses dan diselesaikan sesuai aturan dan hukum yang berlaku. “Ya kalau bersalah ditahan, dan tidak bersalah di bebaskan,” demikian Burhanuddin.

Meski demikian, secara kronologis penangkapan Polda maupun polrestabes enggan mejelaskan secara detile, namun berdasarkan Informasi yang dihimpun rakyat Sulsel kedua kepsek tersebut yakni Fatahuddin (58) Kepsek SMA Makassar Raya dan Mattawang (37) Kepsek SMA Citra Mulia Makassar. Mereka ditangkap aparat kepolisian di rumahnya masing-masing.

Dari hasil interogasi petugas, kedua kepsek ini mengaku sengaja membocorkan soal dan kunci jawaban UN 2016 untuk meluluskan seluruh siswanya.


div>