SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Danny Paparkan Longgar Dihadapan Professor Ternama

Reporter:

Editor:

Rasmi

Minggu , 12 November 2017 18:43
Danny Paparkan Longgar Dihadapan Professor Ternama

int

BANDUNG, RAKYATSULSEL.COM- Walikota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto kembali didapuk untuk menjadi pembicara dalam kegiatan bertaraf internasional, HABITechno. Kegiatan ini digelar di East Hall ITB, Bandung, Sabtu (11/11/17).

HABITechno adalah konferensi dua tahunan yang dimulai pada tahun 2013 dan akan diadakan lagi pada tahun 2017. Dihadiri oleh para professor ternama di dunia.

Konferensi ini berfokus pada solusi inovatif dalam konsep dan praktik teknologi kontemporer untuk pembangunan perumahan dan permukiman, terutama untuk tempat tinggal berpenghasilan rendah di negara berkembang.

HABITechno merupakan prakarsa dari Jurusan Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan institusi lain di Teknologi Perumahan dan Permukiman dan Bangunan di dalam dan di luar negeri.

Sejalan dengan tema yang diangkat konsep ecoregion sebagai penganntar perkembangan dan pembangunan teknologi, Danny tampil selama 20 menit membahas mengenai lorong garden (longgar) yang mengangkat konsep public enggagment.

” Dimana seluruh masyarakat turut berperan penting untuk mengubah lingkungan tempat tinggalnya menjadi lebih layak huni,” ucapnya.

Kata Danny, dengan menerapkan konsep ramah lingkungan, Pemerintah Kota Makassar menata kotanya dengan membuat program dengan inovasi-inovasi terbaru.

” Jadi mereka membangun dan membina Lorong Garden (Longgar) dibantu dengan Ibu PKK. Dia menghidupkan bank sampah dengan diawali dengan pembangunan kesadaran masyarakat,” jelas Danny.

Lorong Garden salah satu bagian dari program andalan Walikota Makassar Danny Pomanto yang memanfaatkan lorong yang ada di Makassar menjadi lebih produktif.

Saat ini, jumlah lorong yang ada di Makassar mencapai 7.520 lorong yang tersebar di 15 kecamatan, dan 153 kelurahan.

Lorong Garden dikembangkan menjadi lorong produktif yang menghasilkan beragam tanaman bernilai ekonomis semisal cabe.

” Cabe dulu harganya mahal sekarang kami menekan harga tersebut. Berkat cabe ini, baru-baru kita memanen perdana hasilnya sekitar 100 ton di seluruh Kota Makassar,” ungkapnya.

Hal yang unik dari Longgar ini adalah keberhasilan Pemerintah Kota Makassar menggalang partisipasi warganya dengan Zero budget. Pemerintah tidak mengalokasikan anggaran untuk Lorong Garden, pembiayaan murni dari partisipasi warga Kota Makassar.

Dia juga memaparkan “8 Jalan MasaDPan” yang disebut menjadi pijakan menuju Makassar dua kali tambah baik dan ini merupakan konsep jalannya pemerintahan di Kota Makassar.

8 Jalan MasaDPan itu terdiri dari tiga misi, yakni merekonstruksi nasib rakyat menjadi masyarakat sejahtera berstandar dunia, merestorasi tata ruang kota menjadi kota nyaman kelas dunia.

“Serta mereformasi tata pemerintahan menjadi pelayanan publik kelas dunia bebas korupsi. Itu yang kami lakukan hingga saat ini,” ungkapnya.

Adapun narasumber lain yang menjadi keynote speaker di kegiatan tersebut, diantaranya Prof Mohammed El-Sioufi (Monash University), Evawawi Ellisa, Ph.D (Universitas Indonesia), Prof Tetsu Kubota (Hiroshima University, Jepang), Prof. Baharuddin Hamzah (Unhas), Prof. Arjan Van Timmeren (Delft University of Technology, Belanda), Tangkersirisin Vichan (Country Director Of The Dow Chemical Company), Dr. Budi Prayitno (UGM), Budi Faisal Ph.d (ITB).

Untuk diketahui, gelaran HABITechno mendiskusikan dan mengumpulkan pengetahuan tentang inovasi teknologi yang dapat menjawab tantangan kontemporer dalam pengembangan perumahan dan permukiman berkelanjutan di negara berkembang yang terkait dengan teknologi keras (seperti teknologi tepat guna) hingga teknologi lunak (seperti aspek kelembagaan), terutama dalam hubungan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.

Seminar ini juga diharapkan bisa membangun jaringan antara akademisi, pemerintah, praktisi, dan industri. Khususnya untuk mengembangkan pengetahuan tentang inovasi teknologi dalam pembangunan perumahan dan permukiman dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi kehidupan nyata. (*).


Tag
div>