SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Danny Pomanto Kecewa Kinerja Dinas Perdagangan Soal Gudang Dalam Kota

Reporter:

Armansyah

Editor:

MA

Kamis , 06 September 2018 10:35
Danny Pomanto Kecewa Kinerja Dinas Perdagangan Soal Gudang Dalam Kota

TERTIBKAN. Aktivitas gudang dalam kota yang berada di Jl Veteran, Makassar, belum lama ini. Hingga saat ini aktivitas gudang dalam kota masih marah yang kerap menjadi biang kemacetan.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Permasalahan gudang dalam kota yang terjadi di Kota Makassar seakan tidak akan ada habisnya. Parahnya, keberadaan gudang tersebut menjadi biang kemacetan di beberapa titik.
Salah satu alasan masih maraknya gudang dalam kota lantaran pengawasan yang kurang dan tindakan tegas terhadap pemilik gudang yang masih beraktivitas.
Hal ini membuat Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, kecewa berat atas persoalan yang belum ada titik terangnya ini. Bahkan, belum ada solusi dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, dalam hal ini Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar.
“Saya kira ini (gudang dalam kota) tantangan yang tidak ada habisnya. Lagi-lagi kedisplinan, saya kira contoh seperti Pasar Sentral Makassar, mereka diberi sosialisasi setelah itu bertindak dan pedagang menerimanya. Begitupun soal gudang dalam kota ini,” tegas Danny Pomanto, Rabu (5/9).
Danny mengatakan, persoalan gudang dalam kota yang tengah berpolemik, harusnya Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tidak boleh tarik ulur soal ini, ketegasan dan konsisten diperlukan dalam penyelesaiannya.
“Inikan tergantung penanggungjawabnya, tapi kita tunggu saja kabinet yang baru nantinya, semoga bisa cepat terselesaikan,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Bidang Penindakan dan Pengawasan Dinas Perdagangan Makassar, Syafruddin, mengatakan, penyelesaian gudang dalam kota terbentur lokasi. Pasalnya, hingga saat ini lokasi gudang untuk ekspedisi yang berada di Kecamatan Tamalanrea belum terbangun.
“Solusinya sebenarnya mereka (pengusaha ekspedisi) harus membangun komunikasi dengan perbankan untuk pembangunan gudang di luar kota,” ujarnya.
Allu, sapaan akrab Syafruddin, menjelaskan, peran Wali Kota Makassar, justru harus ditanyakan sejauh apa pemkot membantu pengusaha ekspedisi yang masih beroperasi dalam kota.
“Kalau saya tidak bisa bagaimana, Pak Wali (Wali Kota) yang bisa bantu mereka (pengusaha ekspedisi). Waktu itu mereka dijanji sama Wali Kota, itumi Pak Wali bilang dan minta proposal agar dibantu ke pihak bank, apakah BRI atau BNI,” ungkapnya.
Selain itu, tindakan tegas pemkot terkait keberadaan gudang dalam kota sudah dimassifkan hingga hari ini. Buktinya, perpanjangan izin operasi gudang dalam kota di semua kecamatan tidak dilakukan.
“Kalau mau bertindak untuk penutupan gudang dalam kota, harus bersama-sama. Dinas Perizinan, Disdag, Satpol PP bahkan kalau perlu DPRD juga turun menindaki ini,” tegasnya.
Syafruddin menambahkan, untuk mempertegas regulasi penindakan gudang dalam kota, pihaknya membuat Peraturan Wali Kota (Perwali) Makassar. Aturan tersebut nantinya akan membahas tentang aturan baru yang tidak tercover di Perwali 93/2005 tentang Peraturan Kegiatan Gudang dalam Kota Makssar.
“Pertama itu gudang tidak boleh ada dalam kota, dalam hal ini toko-toko, seperti banyak yang beroperasi di Jl Veteran. Artinya kita tekankan bahwa mereka bisa menyimpan barang, tapi tidak dalam waktu yang lama,” katanya.
Diketahui, larangan gudang dalam kota sudah punya regulasi. Bahkan, usianya sudah 13 tahun. Namun, pemkot belum menegakkan aturan ini secara tegas.
Di era Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, Perwali Nomor 93/2005 Peraturan Kegiatan Gudang dalam Kota Makssar diteken. Namun, hingga kini pemkot tak berdaya menghadapi pengusaha pergudangan termasuk gudang ekspedisi.
Wilayah Kawasan Pergudangan Berdasarkan Perwali Nomor 93/2005, yaitu Kelurahan Bira Kecamatan Tamalanrea, Kelurahan Kapasa Kecamatan Tamalanrea, Kelurahan Parang Loe Kecamatan Tamalanrea, Kelurahan Pai Kecamatan Biringkanaya, Kelurahan Daya Kecamatan Biringkanaya, dan Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya. (**)


div>