SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Danny Sebut Ada Pihak yang Bermain di Pasar Sentral

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 14 November 2017 15:25
Danny Sebut Ada Pihak yang Bermain di Pasar Sentral

Danny Pomanto, foto: mdfajar/rakyatsulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto menilai jika relokasi pedagang Pasar Sentral ada oknum yang bermain, hingga terjadi kekisruhan. Padahal mayoritas pedagang pasar sudah setuju untuk direlokasi.

“Ada orang yang ingin mengagalkan relokasi itu, ada yang ingin menyelesaikan tapi dia juga yang provokasi, saya tahu orang itu, sudahlah masyrakat sudah cerdas, sekelompok kecil yang menolahk dan saya tahu kelompok itu,” ucap Danny.

Lanjut Danny, pihaknya akan meminta bantuan aparat kepolisian, dan meyerahkan semua permasalahan di ranah hukum termasuk yang menyangkut PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR). “Harga dasar sudah ditetapkan, berikan penjelasan jika menjauh dari harga dasar,” ucap Danny

Ia mengatakan bahwa dirinya telah menangani permasalahan yang lama terjadi sebelum memimpin makassar. “Saya menangani itu (pemerintahan) dengan baik, carut marutmya kota Makassar adalah tanggungjawab saya, tapi herannya pihak lain menyalahkan saya meski mereka tahu bukan saya yang melakukan,” ucap Danny

Olehnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui PD Pasar Makassar Raya akhirnya mengambil langkah tegas dengan melakukan relokasi sejumlah pedagang Pasar Sentral yang berjualan di badan Jalan KH Agus Salim dan Jalan Wahid Hasyim, Makassar, Senin (13/11) kemarin.

Sedikitnya ada 163 pedagang pasar sentral yang berjualan di Jalan KH Agus Salim, 149 pedagang Kaki lima akan di relokasi ke Eks Ruko blok B, sementara 14 pedegang resmi pasar sentral di eksekusi masuk ke gedung baru New Makassar Mall.

“Sementara kita bicarakan, untuk pedagang kaki lima, yang berjumlah 149 itu akan kita arahkan ke penampungan di ex ruko blok B, Mereka telah bersedia masuk, nah untuk 14 pedagang resmi ini, kita masih negosiasi. Kita prioritas di sini (Jalan KH. Agus Salim). Jadi relokasi pertama di Agus Salim,” Kata Kepala PS Pasar Makassar Raya, Nuryanto Dg Liwang.

Lanjut Anto, Sapaan Akrab Nuryanto Dg Liwang, Meski telah dilakukan relokasi, sebelum itu sejumlah pedagang resmi menyatakan penolakan relokasi lantaran pedagang menilai harga terlampau tinggi, padahal Dirut yang lalu sudah mengeluarkan SK soal harga, dan ini sudah dianggap sebagai harga indeks nanti MTIR yang coba merumuskan kalau misalnya posisinya bagus dan strategis pasti berbeda harganya dengan yang tidak bagus.

“Dari penetapan harga ini, kita berharap agar para pedagang mengatakan kalau harga ini terlalu mahal kita tempuh dengan cara yang lalu, bersurat ke BPKP, nanti BPKP yang memutuskan harga ini wajar atau tidak. Kalau dianggap wajar yang pedagang harus menerima itu. Tapi kalau tidak MTIR harus mengevaluasi harga itu,” ucap Nuryanto

Ia mengatakan bahwa persoalan harga itu baik diluar maupun didalam mempunyai penyelesaian yang sama pasalnya yang mereka tempati saat ini adalah akses jalan, yang merupakan fasilitas umum, olehnya itu pihaknya meminta pedagang untuk masuk dulu.

“Jadi yang kita kedepankan adalah persoalan jalanan. Karena inikan jalanan masalah kepentingan masyarakat kota dan kemarin sudah ada keringanan yang diberikan oleh MTIR melalui PD Pasar untuk masuk dulu tiga bulan, kita akan tetap kawal ini barang sampai selesai,” jelas Nuryanto Dg Liwang

Dari pantauan rakyatsulsel, Seyogyanya relokasi ke Gedung baru dan Eks Ruko Blok B dilakukan pukul 10.00 pagi, namun terkendala dengan keinginan pedagang resmi hingga dilakukan negosiasi alot antara Dewan Penasehat Asosiasi Pasar sentra, Kapolres Pelabuhan dan Dirut PD Pasar, hasilnya seluruh pedagang sepakat direlokasi.

Selain itu, hasil negosiasi tersebut Pemerintah Kota Makassar dengan pedagang, akhirnya pedagang menyetujui untuk menandatangani berita acara penyerahan kunci lods, bagi 14 pedagang resmi Pasar Sentral, dibawah koordinasi camat Wajo, Ansar. (*)


div>