SENIN , 23 JULI 2018

Danny Segera Bongkar “Kabinet Kerja”

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 16 Februari 2016 12:01
Danny Segera Bongkar “Kabinet Kerja”

int

PENULIS: SURYADI MASWATU
EDITOR: LUKMAN

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersiap-siap merombak “Kabinet Kerja” alis melakukan mutasi besar-besaran. Rencananya mutasi berjamaah ini diperuntukkan lingkup Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat hingga Lurah.

Rencananya mutasi Gerbong SKPD ini, akan dilakukan Wali Kota Makassar Muh Ramdhan “Danny” Pomanto pada Maret mendatang. Hal ini karena sejumlah pejabat lingkup Makassar tersebut dinilai lalai alias gagal dalam menjalankan tugas yang diemban selama setahun duduk di kursi empuk kekuasaan.

Mutasi SKPD di lingkup Pemkot Makassar ini dibenarkan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsul Rizal. Dirinya menegaskan, Pemkot saat ini sudah merampungkan pejabat SKPD mana saja yang masuk dalam daftar mutasi. Diperkirakan hasil evaluasi tersebut bisa rampung akhir Februari sebelum masuk di bulan Maret.

“Nama-nama kepala SKPD, Camat, Lurah masih rahasia, persiapan mutasi sementara berjalan, diharapkan bisa selesai akhir bulan ini, sehingga Maret nanti pejabat baru yang diangkat sudah mulai bekerja secara maksimal,” kata Deng Ical–sapaan akrab Syamsu Rizal di Balaikota Makassar, Senin (15/2).

Deng Ical menyebutkan, mutasi memang dilakukan sesuai visi-misi pasangan bertagline “DIA” ini. Dimana dalam masa kerja akan melakukan evaluasi dan rotasi terhadap SKPD setiap satu tahun.

“Sesuai visi misi, evaluasi SKPD dilakukan setahun. Dan ini saatnya, dulu pelantikan SKPD bulan Februari 2015 dan sekarang Februari 2016, memang sudah harus dirotasi SKPD, camat dan lurah sesuai evaluasi kinerjanya,” sebutnya.

Meski demikian, Daeng Ical enggan menyebut nama-nama SKPD yang masuk garis merah rotasi. “Untuk nama-nama masih rahasia, tidak enak saya kasi tau ki. Nantilah terbuka di publik. Tapi yang jelas sekitar 6 SKPD dan hampir sebagian besar lurah dan camat akan di rotasi,” ucapnya.

[NEXT-RASUL]

Sebelumnya Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menegaskan, gerbong mutasi di lingkup Pemkot Makassar akan diawali dengan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) bagi pimpinan SKPD.

Penunjukan ini seraya menunggu lelang jabatan yang dilakukan dengan sebutan Komisi Pengendalian dan Percepatan Program Strategis (KP3S). “Kita siapkan Plt dulu sambil menunggu lelang KP3S,” tegas Danny belum lama ini.

Danny pun enggan membeberkan nama-nama pejabat yang ditunjuk sebagai Plt Kepala SKPD. Hal itu kata Danny dilakukan agar pejabat yang akan dimutasi bisa tetap fokus bekerja. Dirinya bahkan menyebut ada sekitar 6 SKPD yang akan dijabat Plt.

Selain SKPD, kata Danny, lurah dan camat yang dirotasi hampir semua. Pejabat yang akan dimutasi dinilai atas berbagai aspek. Seperti kinerja dan keaktifan saat berlangsungnya sejumlah event besar oleh Pemkot Makassar.

“Sekitar 6 SKPD kita target. Ada beberapa penilaian dan laporan. Saya sudah deadline sampai Januari lalu,” ucap Danny.

Danny menambahkan, mutasi ini sebagai upaya reformasi birokrasi di Pemerintah Kota Makassar agar semua program bisa berjalan dengan lancar sehingga Kota Makassar bisa lebih baik lagi.

Selain itu, kata Danny, hingga saat ini tak bisa dipungkiri baru 50 persen pejabat SKPD yang mengikuti instruksinya dalam berbagai program kerja yang ia canangkan bersama wakilnya Syamsu Rizal.

[NEXT-RASUL]

“Seperti saya bilang, baru 50 persen yang ikut program saya, 30 persen belum ikut dan 20 persen yang sedang- sedang kinerjanya,” kata wali kota berlatar belakang arsitek ini.

Sementara Kabag Humas Pemkot Makassar, Firman Hamid mengungkapkan dari 52 SKPD yang ada di lingkup Pemkot Makassar, sekitar 6 pimpinan akan dirotasi sesuai hasil evaluasi kinerjanya selama setahun.

“Bukan hanya SKPD, tapi Lurah, Camat, dan Kepala SKPD juga akan dievaluasi. Hampir sebagian besar camat dan lurah sedangkan SKPD sekitar 6 pimpinan akan di rotasi,” katanya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data yang dihimpun Harian Rakyat Sulsel SKPD yang terancam dilengserkan antara lain, Kadis Perhubungan, Kadis Pendidikan, Kadis Koperasi, Kadis PU, Kadispenda, dan Kadis Rumah Potong Hewan (RPH).

Firman menyebutkan, rotasi tersebut dilingkup SKPD, belum sampai jabatan Dirut Perusahaan Daerah (Perusda). “Mutasi hanya di lingkup SKPD, lurah camat. Sedangkan evaluasi dan rotasi Dirut akan dimulai tahun depan sesuai kinerja setahun setelah dilantik,” ucapnya.

Firman menegaskan, SKPD yang akan dirotasi atau dimutasi adalah mereka yang bermasalah. Dimana kinerjanya selama setahun ini tidak sesuai dengan harapan dan visi misi Wali Kota Makassar.

“Pasti ditau SKPD mana saja, hampir seluruh SKPD berkinerja buruk, ini harus menjadi pertimbangan Wali Kota Makassar untuk mengangkat pejabat yang baru,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Dia menjelaskan, proses evaluasi berkaitan beberapa kriteria, yaitu pertama, evaluasi kinerja, PAD, komunikasi dan koordinasi sesama pejabat, dan evaluasi publikasi kinerja.

“Ditau juga selama ini siapa pimpinan SKPD yang tidak mau terbuka sama media, ini juga laporan publik yang menjadi perhatian Pak Wali. Penilaian kinerja pembangunan daerah untuk seluruh SKPD di lingkungan Pemkot dilakukan berdasarkan dua aspek penilaian yaitu realisasi pekerjaan fisik dan realisasi keuangan,” jelasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Makassar, Baso Amiruddin mengaku persoalan mutasi dan rotasi sudah 99 persen siap dieksekusi. “Rotasi sebagian kepala dinas, dan mutasi Camat dan Lurah sudah siap 99 persen. Saat ini menunggu pak Danny kembali dari Amerika langsung di eksekusi,” ujarnya.

Dia menambahkan, nama-nama yang dimutasi dan pergantian masih ditangan Wali Kota Makassar. “Sudah ada nama-namanya, tapi masih dirahasiakan oleh pak Danny,” katanya.

Terkait hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Ibrahim Saleh mengungkapkan, sebanyak 199 Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan dimutasi ke tingkat kelurahan di Makassar. Mereka dimutasi untuk mengisi jabatan struktural di 143 kelurahan di seluruh kecamatan yang ada.

“Mutasi ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan alokasi anggaran 2 Miliar per kelurahan tahun 2016 mendatang,” kata Ibrahim Saleh beberapa waktu yang lalu.

Ibrahim mengatakan, mutasi dilakukan pengisian jabatan lowong dikelurahan. Ia mengungkapkan, hampir semua seksi di kelurahan itu ada yang kosong 2 sampai 3 orang.

[NEXT-RASUL]

“Saya baru mendapat informasi kalau 199 jabatan struktural di Kelurahan itu kosong dan harus kita kerja bulan ini supaya kerja sesuai kebijakan bapak wali kota yang 2 Miliar per kelurahan bisa jalan,” bebernya.

Lebih lanjut, Ibrahim Saleh menjelaskan, untuk jabatan struktural yang lowong di tingkat kelurahan akan di tutupi oleh pegawai dari beberapa SKPD.

“Dari beberapa SKPD kita ambil stafnya dan itu juga kembali ke pak wali kota kalau disetujui, karena itu kewenangan beliau. Setelah saya proses selanjutnya sisa keputusan pak Wali,” ujarnya. (E)


div>