JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Danny Semakin Paling Berpeluang Kendarai Demokrat

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 14 Agustus 2017 13:49
Danny Semakin Paling Berpeluang Kendarai Demokrat

Danny Pomanto

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Perebutan rekomendasi Partai Demokrat oleh dua kader internal partai berlambang mercy itu yakni Syamsu Rizal (Deng Ical) dan Ali Rasyid Ali (Ara) serta salah kandidat eksternal yaitu Danny Pomanto kini mulai menunjukan titik terang.

Dengan dilantiknya politisi Partai Demokrat Nurlianto G Liwang sebagai Direktur Utama (Dirut) Perusahaan (PD) Pasar Raya menggantikan Rahim Bustam menjadi salah satu simbol komunikasi politik terjalin dengan baik antara Partai Demokrat dan Danny Pomanto.

Terkait hal itu, Ketua Desk Pilkada DPC Partai Demokrat Kota Makassar, Nurlianto G Liwang mengatakan jika peluang Danny dan Ical untuk diusung Partai Demokrat pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar mendatang masih tetap ada. Akan tetapi, kata dia, peluang Danny lebih besar.

“Ada beberapa indikator sehingga bisa melihat figur, pertama kinerja, prestasi dan pemimpin rendah hati. Inilah dimiliki Danny. Apalagi publik lihat Danny unggul. Sejarah tahun lalu, Demokrat usung Danny,” kata Nurlianto, Minggu (13/8).

Hanya saja, kata dia, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat yang akan memutuskan untuk memberikan rekomendasi usungan. “Meski DPP menentukan, tapi jika berpatokan pada survei maka Danny berpeluang, tentu Deng Ical pasti tidak dapat,” ungkapnya.

Sementara Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Firdaus Muhammad, mengatakan dengan adanya pelantikan posisi yang diberikan kepada kader Partai Demokrat, bukan hal tidak mungkin. Akan tetapi, kata dia, sinyal Partai Demokrat akan mendorong kembali Danny maju di Pilwalkot Makassar ketimbang Deng Ical.

“Barter jabatan namanya. Saya pikir ini sinyal jika Danny akan didorong Demokrat. Tentu Deng Ical bisa tersingkir,” kata Firdaus.

[NEXT-RASUL]

Ia menambahkan, peluang Danny saat ini masih punya peluang yang besar dibandingkan dengan calon lain. Hal tersebut dibuktikan dengan kekuasaan publik yang tinggi atas capaian kinerja pemerintahan saat ini. “Saya kira dengan melihat tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja walikota maka itu menjadi modal kuat bagi petahana untuk bertarung kembali,” ujarnya.

Dosen Komunikasi Politik UIN Alauddin Makassar mengatakan para kandidat wali kota perlu rekam jejak yang baik untuk melawan sang imcumbent. “Karena biasanya publik akan menjatuhkan pilihannya kembali kepada incumbent jika pada rekam jejaknya pemerintahannya bekerja dengan baik memenuhi harapan masyarakat,” jelasnya.

Sementara Direktur Riset Celebes Research Centre (CRC) Andi Wahyuddin mengaku, prestasi Danny yang terbilang sukses menahkodai pemerintahan Kota Makassar bisa jadi pertimbangan partai politik untuk mengusungnya.

“Memang banyak penantang yang tergolong kuat untuk menantang Pak Danny di Pilwalkot, termasuk wakilnya sendiri, Deng Ical. Tapi, melihat indeks kepuasan masyarakat terhadap Pak Danny, maka itu menjadi invetasi yang mahal sebagai imcunbent,” jelasnya.

Meski demikian, kata dia, karena politik cukup dinamis, maka semua masih bisa terjadi dan tergantung komunikasi politik yang terbangun. “Ini untuk efektifitas kerja-kerja tim pemenangan di lapangan,” pungkasnya.


div>