JUMAT , 20 JULI 2018

Danny Sulit Kendarai Demokrat

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 29 Februari 2016 12:11
Danny Sulit Kendarai Demokrat

int

PENULIS: ASHAR – SOFYAN – SURYADI
EDITOR: LUKMAN

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto diam-diam masih berharap bisa mengendarai Partai Demokrat pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2018 mendatang.

Tapi tunggu dulu, niat Danny tersebut nampaknya sulit kesampaian. Sebab Demokrat disebut-sebut bakal mengusung Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal untuk maju bertarung di Pilwalkot. Belum lagi hubungan yang kurang harmonis di awal pemerintahan Danny dengan Ketua Demokrat Sulsel non aktif Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

Danny menyatakan bahwa meskipun dirinya saat ini banyak dilirik oleh beberapa partai politik (Parpol), dia masih bersikeras untuk tetap memilih Demokrat. “Meskipun saya masih mau independen, tapi saya berharap di pilwalkot mendatang, masih di usung oleh partai demokrat ini,” kata Danny.

Diketahui pada Pilwalkot Makassar 2013 lalu, Danny maju berpasangan dengan Syamsu Rizal. Kala itu pasangan bertagline DIA ini diusung Demokrat dan berhasil mengungguli 9 pasangan lainnya.

Danny menambahkan, Partai Demokrat harus mengawal setiap kebijakan yang di keluarkan Pemkot khususnya fraksi Makassar. Menurutnya, meskipun saat ini Demokrat hanya bisa duduk di kursi yang ke dua di DPRD Makassar, tapi Danny yakin pada priode selanjutnya partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini bisa menjadi yang pertama di Makassar.

“Untuk itu, sebelumnya partai Demokrat harus mengusung saya lagi agar mewujudkan Makassar dua kali tambah lebih baik,” tuturnya.

Terkait hal itu, Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali menuturkan jika wali kota sebelumnya yang berasal dari partai Demokrat bisa memimpin Makassar dua priode, maka Danny Pomanto juga harus bisa memberikan hasil yang sama dengan hal yang sebelumnya.

[NEXT-RASUL]

Wakil Ketua DPRD Makassar ini menghimbau kepada kader-kader Demokrat dalam pemerintahan Danny Pomanto agar tidak ada yang menganggunya. “Kita harap semua kader masih tetap mendukungnya (Danny Pomanto) untuk priode kedepanya,” kata dia.

Lanjut, Ara–sapaan akrab Adi Rasyid Ali, program wali kota Makassar yang tengah berjalan saat ini harus terus didukung oleh seluruh komponen masyarakat terutama parpol. Karena program tersebut bersentuhan dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

‚ÄúProgram yang tengah dijalankan oleh Pak Danny Pomanto harus dikawal dan harus berlanjut dua kali tambah baik, karena masyarakat telah merasakan program tersebut,” jelas Ara.

Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Jayadi Nas mengatakan peluang Danny untuk mengendarai Demokrat masih terbuka. Namun peluang itu juga bisa saja tertutup rapat jika Syamsu Rizal alias Deng Ical juga maju di Pilwalkot 2018 mendatang.

“Segala kemungkinan bisa terjadi. Ini bisa jadi rebutan antara Deng Ical dan pak Danny. Kemungkinan yang saya maksud, ketika Daeng Ical resmi menjadi Ketua

Demokrat maka peluang Danny tertutup rapat. Kecuali paket DIA jilid dua kembli diusung,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon, Minggu (28/2) malam.

Lebih lanjut, mantan ketua KPU Sulsel ini menyebutkan, kedepan dipastikan Partai Demokrat akan kewalahan dalam mengusung kader dan figur.

[NEXT-RASUL]

“Rekomendasi partai dilihat figur yang punya papularitas. Partai juga tidak mungkin usung kader yang kurang populer. Jadi keliru partai Demokrat ketika tidak melihat situasi dan keinginan masyarakat Makassar,” sebutnya.

Dia menambahkan, semua partai tentunya akan memprioritaskan kadernya. Sehingga pilihan paket dikawinkan dengan orang figur yang bisa diandalkan dan diharapkan.

“Partai merupakan saluran aspirasi rakyat. Tergantung strategi kader juga bisa diperhatikan. Tergantung juga situasi dan kondisi kepentingan. Demokrat pasti perhatikan kader. Tapi ketika kader belum memumpuni ya pasti dicari figur lain,” tambahnya.

Menurut pakar politik Unhas Aswar Hasan mengatakan partai Demokrat tentunya akan mendahulukan kadernya untuk mengusung pada Pilwalkot Makassar 2018 mendatang. Ia menilai, ketika Danny tidak menjadi bagian dari partai Demokrat alias menjadi kader maka kemungkinan tidak akan diusung oleh partai berlambang mercy tersebut.

“Sejauh ini tidak ada yang menjadi jaminan bahwa pada Pilwalkot Makassar mendatang Danny akan diusung oleh Partai Demokrat. Semua partai tentu akan memprioritaskan kadernya,” ujar Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Sulsel.

Ia menambahkan, ada dua pilihan yang mestinya dipilih oleh Danny untuk merasa aman dalam ambisi kekuasaan pada Pilwalkot mendatang, yakni fokus pada tugasnya saat ini sebagai Wali Kota Makassar sehingga dapat berprestasi atau menjadi kader salah satu partai besar di Sulsel. Aswar menilai, ketika kedua hal itu dilakukan Danny secara otomatis akan aman untuk diusung pada Pilwalkot mendatang.

“Saya pikir Danny harus fokus pada pekerjaannya saat ini sebagai wali kota, sebab Pilwalkot kan masih lama, masih banyak yang bisa berubah,” terangnya.

[NEXT-RASUL]

Senada juga disampaikan Pakar Politik Unhas, Adi Suryadi Culla. Dirinya mengatakan ketika Partai Demokrat Sulsel dinakhodai Deng Ical kemungkinan besar Danny tidak bisa gunakan demokrat sebagai kenderaan poilitik maju Pilwalkot Makassar, kecuali kembali mengusung paket DIA jilid dua.

“Kalau Deng Ical pimpin Demokrat, Danny tak bisa kenderai kecuali paket DIA jilid dua. Partai juga tergantung kepentingan yang dicapai,” ujarnya.

Meski demikian, menurut Adi Suryadi, kemungkinan yang paling dikuatirkan, Deng Ical tidak bisa nakhodai Demokrat saat Musda. Maka peluang Danny akan terbuka lebar menggunakan partai Demokrat.

“Deng Ical kesulitan jika tidak punya peluang nakhodai Demokrat. Sehingga pertarungan untuk Danny terbuka. Tapi ketika Deng Ical menjadi ketua Demokrat Sulsel, terpaksa Danny harus cari partai lain untuk dikendarai,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini memang bisa dilihat Danny dan Deng Ical mulai menampakan persaingan untuk berebut mengendarai Demokrat.

“Mereka (Danny dan Ical) ibarat rindu tapi benci. Istilah ini bisa dilebelkan, tapi permainan politik ada hitam ada putih. Kita tunggu saja tergantung komitmen pastai dan pilihan rakyat,” tutupnya. (E)


div>