Danny – Supratman Damai di Meja Makan

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Farouk M Betta mempertemukan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto dan Legislator DPRD Makassar, Supratman saat menggelar acara buka puasa bersama di rumah jabatannya, Jalan Hertasning, Makassar, Selasa (13/6) kemarin.

Danny dan Supratman diketahui tengah berproses hukum, menyusul laporan Danny terkait dugaan pencemaran nama baiknya yang dilakukan Supratman soal anggaran Pete-pete Smart. Sebagai bentuk perlawanan, Supratman yang juga legislator Partai NasDem tersebut menggalang suara untuk menyodorkan hak interplasi.

Wakil Ketua Fraksi Golkar Makassar, Rahman Pina yang hadir dalam kegiatan buka puasa bersama itu mengatakan, pihaknya, baik legislatif maupun eksekutif memang terbiasa menyelesaikan masalah di atas meja makan.

“Kami ini memang sudah terbiasa menyelesaikan masalah di atas meja makan,” ungkap RP–sapaan akrab Rahman Pina.

Aru–sapaan akrab Farouk M Betta mengatakan, DPRD dan Pemkot Makassar adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan sehingga tidak ada alasan untuk tidak menjalin silaturahmi.

“DPRD dan wali kota itu mitra kerja. Silaturahmi tidak boleh terputus, dan ini adalah cara-cara kami untuk merawat silaturahmi itu,” ungkap Ketua DPD II Golkar Makassar ini.

[NEXT-RASUL]

Bahkan, Aru menuturkan, polemik yang terjadi antara Danny dan Supra sejatinya adalah sebuah proses dimana antara legislatif dan eksekutif saling memberikan masukan. Sehingga, tidak perlu ada keributan yang seharusnya sampai ketelinga publik.

“Kita semua berusaha untuk bagaimana situasi tetap damai. Damai dalam arti kata bahwa kita punya kepentingan berbeda-beda tapi kalau dalam satu tujuan kan pasti akan ada titik temu yang didapatkan,” terangnya.

Lebih lanjut, Aru enggan menampik, bahwa silaturahmi tersebut dilakukan dengan harapan agar keduanya bisa dengan legowo untuk tidak melanjutkan polemik tersebut alias berdamai.

“Kita memang berharap ada silaturahmi yang memang selama ini jarang dilakukan. Dan saya dengan teman-teman, dinamika seperti ini biasa lah,” terangnya.

Danny sendiri memberikan isyarat akan menempuh jalur damai. Ia mengatakan antara legislatif dan eksekutif adalah dua kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

“Saya kira begini, pemkot dan DPRD tidak bisa dipisahkan. DPRD itu sebuah lembaga dan seluruh anggotanya, saya kira tidak ada masalah,” ungkap Danny.

[NEXT-RASUL]

Saat ditanya terkait adanya kemungkinan untuk mencabut laporan kepolisian yang dilayangkan, Danny menjawab diplomatis. Dikatakannya jika kedua pihak berbaik hati, maka semua masalah akan selesai dengan cara silaturahmi.

“Apa sih yang tidak bisa selesai di Makassar ini, kita ini punya budaya sipakatau, sipakalebbi dan sipakainga. Kita punya silaturahim. Saya kira hukumnya selama keduanya ‘sombere’ itu selesai masalah,” terang Danny.

Ia mengatakan, masih banyak hal lain yang jauh lebih penting untuk membutuhkan energi. Baik dari Pemkot maupun DPRD Kota Makassar. Ditanya soal hak interplasi yang saat ini menjadi wacana yang terus bergulir, Danny enggan untuk memberikan tanggapan.

“Itu juga haknya teman-teman di DPRD. Saya tidak mau komentari kalau haknya orang. Kalau ditanya haknya saya. Saya akan komentari,” tuturnya. (D)