SABTU , 23 JUNI 2018

Danny Tegaskan Kawasan Losari Tidak Dikomersilkan

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 05 Juni 2018 13:45
Danny Tegaskan Kawasan Losari Tidak Dikomersilkan

Wali kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto. Foto: ist

* Bakal Evaluasi UPTD Pengelolaan Pantai Losari

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kawasan anjungan Pantai Losari yang selama ini menjadi wajah dari Kota Makassar beberapa bulan ini terlihat tak terawat, bahkan dimana-mana sampah tampak berserakan. Hal tersebut diakibatkan banyaknya tenan yang berjualan namun mengabaikan kebersihan.

Diketahui, seluruh tenan tersebut dikelola sepenuhnya dari pihak Event Organization (EO), yang telah mendapat persetujuan dari UPTD Pengelolaan Pantai Losari, padahal kawasan tersebut selama ini dilarang untuk dikomersialkan.

Terkait hal tersebut, Walikota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto menegaskan, bahwa Pemerintah Kota akan mengembalikan fungsi kawasan di anjungan Pantai Losari tersebut sebagai ruang publik untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk mencari untung (dikomersialkan).

“Masalah kebersihan di Pantai Losari dari laporan yang saya terima itu sangat memprihatinkan. Mulai dari sampah yang berserakan, sampai bau pesing (bau kencing). Sudah ada UPTD yang mengelola, tapi kenapa kacau sekali ini,” kesal Danny, Senin (4/6) kemarin.

Terkait adanya pihak ketiga yang menjadikan kawasan anjungan Pantai Losari sebagai lahan bisnis, Danny menegaskan jika bahwa kawasan anjungan tersebut dibuat untuk warga Makassar, tanpa ada pungutan atau dikomersilkan.

“Saya tidak tahu (ada kontrak UPTD dengan EO), disana tidak boleh dikomersialkan. Kalau memang disana disewakan kemana uangnya? kalau uangnya tidak ke Pemkot itu namanya korupsi,” ujar Danny.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Pantai Losari, Nurul Akbar mengaku, pihaknya telah melakukan kontrak dengan Mr Green selaku Even Organizer dan menyerahkan secara penuh pengelolaan kepada pihak ketiga tersebut (EO) untuk mengatur penjual yang akan masuk di kawasan anjungan Pantai Losari.

“Ada memang kontrak dengan EO, yakni Mr Green, kontraknya itu Rp90 juta selama 30 hari mulai, yang dimulai dari 19 Mei sampai 19 Juni, setelah itu kita hentikan,” terangnya.

Ia pun mengatakan bahwa pihaknya bersepakat dengan EO, setelah mereka melengkapi izin dan menyelesaikan setoran retribusi tersebut setelah ada persetujuan dari Pemkot Makassar.

“Setelah EO menyelesaikan izin dan retribusi, Pemkot juga sudah berikan kewenangan ke EO. Pembayaran retribusi itu sesuai dengan luas kawasan yang dipakai pihak EO, kemudian EO yang memainkan (pasang harga) itu,” terangnya.

Dijelaskannya bahwa berdasarkan kontrak yang disepakati dengan EO tersebut, maka selama ramadan pihak EO mempunyai kewenangan mengurus tenan yang ada di titik Bugis dan titik Makassar anjungan.

Namun, terkait penanganan masalah sampah, Nurul Akbar mengatakan jika persoalan tersebut tidak termasuk dalam bagian kontrak sewa anjungan dengan pihak EO. Pasalnya penanganan sampah masuk ke dalam ranah pihak kecamatan.

“UPTD Losari itu tidak menangani masalah kebersihan, karena yang menangani masalah kebersihan di kawasan anjungan Pantai Losari itu merupakan kewenangan Kecamatan Ujung Pandang,” tandasnya. (*)


div>