SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Danny Walikota Fenomenal

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 09 November 2017 11:36
Danny Walikota Fenomenal

Tol Dalam Kota. Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Hari ini, Kamis 9 November 2017, tepat Pukul 09.00 Wita, serentak warga Makassar diajak untuk berdoa bersama untuk kemajuan Kota Makassar yang genap berusia 410 tahun.

Doa bersama ini ditandai dengan dibunyikannya secara serentak sirine/gong dari seluruh elemen yang ada di Kota Makassar. Baik dari Armada Pemadam Kebakaran, Ambulance, dan kapal-kapal

Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan, tujuan dari doa bersama itu agar masyarakat bisa mendoakan kemajuan Makassar, serta untuk mengingat jasa pahlawan.

“Kita akan melibatkan seluruh masyarakat untuk mendoakan Makassar. Mulai dari yang agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan lainnya. Agar Makassar yang kita cintai terus maju menjadi kota dunia,” jelasnya.

Lantas, seperti apa Kota Makassar di usianya yang ke 410 tahun ini. Dan apa yang menjadi harapan pemerintah kota kedepannya.

Kota Makassar sendiri terus mengalami pertumbuhan yang pesat, dari aspek pembangunan dan infrastruktur, Kota Makassar tergolong salah satu kota metropolitan di Indonesia yang memiliki wilayah seluas 199,26 km² dan jumlah penduduk lebih dari 1,8 juta jiwa.

Capaian Program Danny. (Dok. RakyatSulsel)

Sejumlah prestasi telah diraih oleh pemerintah Kota Makassar di bawah kendali Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto dan Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal. Dan yang paling fenomenal yakni Piala Adipura. Pasalnya ini adalah sejarah baru bahwasanya di era kepemimpinan Moh. Ramdhan Pomanto dan Syamsu Rizal, kota ini berhasil meraih piala adipura tiga kali berturut- turut, di periode pertamanya yang baru berjalan tiga tahun.

Hal ini sekaligus menambah jumlah perolehan piala adipura di kota Makassar yakni lima piala. Piala adipura pertama diraih di era wali kota Malik B Masri untuk ketegori kota kecil tahun 1997. Lalu pada periode keduanya di akhir masa jabatan Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin, kategori kota metropolitan 2013 lalu.

Makassar adalah Salah satu kota terbesar di Asia Tenggara dengan background masyarakat multikultur. Tentunya hal ini menjadi tantangan pemerintah Kota Makassar dalam mengelola kota dengan konsep Smart City. Hal ini kemudian menuntut jajaran pemerintah Kota Makassar untuk lebih merangkul seluruh lapisan masyarakat.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto–sapaan Moh. Ramdhan Pumanto, bersama Wakilnya Deng Ical — sapaan akrab Syamsu Rizal sejak dilantik Mei 2014 terus melakukan berbagai terobosan hingga partisipasi publik terhadap program-program kota meningkat secara signifikan.

Infrastruktur, transportasi, dan penghijauan pun menjadi perhatian. Proyek reklamasi di kawasan Pantai Losari berkembang ke megaproyek Center Point of Indonesia (CPI), proyek CPI diperuntukkan sebagai kawasan bisnis global terpadu. Ini merupakan bagian dari megaproyek 5.000 hektare reklamasi di pesisir Makassar, namun lago-lagi Persoalan lingkungan yang didahulukan.

Ruang Terbuka Hijau di kawasan reklamasi ditetapkan sebesar 50 persen, dengan akumulasi 30 persen publik ditambah 20 persen privat.

Konsep Smart City yang diusung Kota Makassar kian dikembangkan. Tahun 2017 ini telah dicanangkan pembangunan jalan tol dalam kota sepanjang 70 kilometer. Lalu Light Railway Train (LRT) dan unit transportasi publik Smart Pete-pete. Selain itu pemkot Makassar juga menargetkan 3.000 kamera CCTV akan terpasang di sejumlah titik strategis di Kota Makassar dengan kontrol selama 24 jam melalui Makassar Operation Room.

Di sektor kesehatan, program Makassar Home Care kian optimal. sejumlah unit mobil Home Care beroperasi menyambangi para pasien. Home care sendiri terintegrasi dengan layanan telemedicine serta mobil home care Dottoro’ta. Impian sang wali kota supaya memiliki program layanan kesehatan ke rumah masyarakat 24 jam terealisasikan. Seluruh puskesmas memiliki satu unit mobil Home Care yang dilengkapi dengan peralatan medis seperti USG dan EKG. Layanan mobil ini memungkinkan diagnosa dokter dilakukan di lapangan sehingga penanganan bisa dilakukan secara tepat.

Danny Pomanto menambahkan, program yang dirinya canangkan saat menjabat sebagai Walikota, semua itu berfokus pada kepentingan masyarakat Kota Makassar. “Banyak program yang telah kami canangkan, Longgar, Jagai AnakTa, BuLo, Homecare hingga MakassarTa Tidak Rantasa (MTR),” ucap Danny.

Ia mengatakan, bahwa di antara semua program yang dilakukan jika dilihat dari tingkat kesukaan, maka Program MTR menjadi program yang disukai masyarakat Kota Makassar dimana presentasinya mencapai angka 98 persen masyarakat yang mendukung dan ingin terlibat.

“Program Homecare itu masih sekitar 35 persen sementara longgar mencapai 85 persen,” ucap Danny

Ia mengatakan bahwa pihaknya masih akan terus berbenah untuk melihat kota Makassar ini menjadi bagian dunia yang diakui semua orang.

Olehnya itu, Kata Danny, kesemuanya itu akan bangun mulai dari lorong. Bisa dilihat dari aspek kesehatan Pemkot memiliki Mobil Dottorotta yang bisa masuk ke setiap lorong yang ada di Makassar karena model mobilnya yang kecil namun bermanfaat untuk masyarakat Kota Makassar. “Mobil Dottorotta tidak kita tambah tapi alat kesehatannya akan tingkatkan,” ucap Danny

Kedepan, Kata pria berkacamata ini masih akan tetap menggunakan program dua kali tambah baik pasalnya pemerintahan yang dipimpinnya harus bisa meningkatkan kinerja karena itu menjadi indikator kesuksesan seseorang.

“Siapa yang tidak ingin bertambah baik, dalam agama saja harus bisa lebih baik dari hari kemarin,” ucap Suami dari Indira Jusuf Ismail.

Lanjut Danny, bahwa dirinya tetapkan program yang sudah ada dan memperkuat kembali program-program untuk menjadikan Makassar menjadi Kota Dunia.

Sementara itu, deng Ical menambahkan, pihaknya berharap Makassar kota dunia benar-benar terealisasi, akan tetapi kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat adalah hal penting yang menjadi keinginan semua orang, terkhusus warga masyarakat.

“Sudah banyak yang berubah, walau memang banyak sekali yang mesti dibenahi, terutama partisipasi masyarakat. Karena pemerintah juga memilik Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas, sehingga tidak mungkin berhasil tanpa bantuan masyarakat,” ujarnya.
Yang paling penting adalah, lanjut somberena Makassar ini, orang Makassar memiliki rasa memiliki dan nyaman hidup di Makassar, sehingga ketika ada event mereka bisa ikut andil didalamnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Bappeda Kota Makassar, Anwar mengatakan bahwa sejauh ini program yang dicanangkan oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto telah mencapai angka sekira 80 persen program, kendati demikian masih ada 20 persen yang tersisa dalam pekerjaan alias on progres.

“Sisa 20 persen, masing-masing yang belum selesai tersebut belum mencapai 100 persen,” ucap Anwar

Olehnya itu, Kata Anwar mengatakan, dengan keberhasilan Moh Ramdhan Danny Pomanto memimpin Kota Makassar, pihak pemerintah pusat memberikan penghargaan tertinggi berupa Satya Lencana Karya Bakti. Dimana penghargaan ini hanya diraih oleh Kabupaten Pinrang dan Kota Makassar.

“Itulah bukti keberhasilan Pak Wali, ditambah nanti saat puncak HUT Kota Makassar, Pemerintah Pusat akan memberikan lagi penghargaan bergengsi,” ucap Anwar

Sekedar Informasi, Walikota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto menjabat sejak 2014 hingga sekarang, sejak itupula banyak raihan penghargaan dan prestasi Kota Makassar baik skala Kota, Provinsi, Pusat bahkan penghargaan dan prestasi tingkat Dunia.

Jika dilihat dari angka, maka Kota Makassar dibawah kepemimpinan Walikota Moh Ramdhan Danny Pomanto meraih 47 penghargaan dan 23 prestasi sejak 2014. Khusus prestasi, Danny meraihnya hanya pada tahun 2017.

Ada banyak program yang dicanangkan, setelah 28 bulan menjadi Walikota Makassar, Danny Pomanto melakukan perubahan besar, diantaranya mengutamakan kecepatan solusi, terdepan dalam prestasi dimana dilihat dari 5 penghargaan paling bergengsi telah diraih.

Terus melawan korupsi dengan transparan (tender yang transparan) tidak ada lagi bandar proyek, tidak ada lagi jual proyek dan tidak ada lagi jual jabatan sehingga tercipta perbaikan situasi dari beberapa kondisi buruk dan pecapaian kemajuan baru yang belum pernah dicapai sebelumnya seperti, Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Adipura dua kali berturut-turut, hadirnya perubahan lorong. (**)


div>