RABU , 13 DESEMBER 2017

Dapat Dukungan Demokrat, IYL-Cakka Bertolak ke Jakarta

Reporter:

Iskanto

Editor:

asharabdullah

Rabu , 22 November 2017 16:40
Dapat Dukungan Demokrat, IYL-Cakka Bertolak ke Jakarta

Ichsan Yasin Limpo (IYL) foto bersama dengan masyarakat di Bandara Sultan Hasanuddin, Rabu (22/11). ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) bertolak ke Jakarta, Rabu (22/11/) siang. Keduanya dikabarkan bakal menerima rekomendasi resmi Partai Demokrat dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari DPP maupun DPD Demokrat Sulsel mengenai waktu penyerahan rekomendasi tersebut, pasca sehari sebelumnya majelis tinggi DPP telah memberi dukungan ke pasangan yang dikenal komitmen dan peduli tersebut.

Meski demikian, tanda-tanda IYL-Cakka bakal segera menerima SK resmi Demokrat, nampak dari isyarat yang ditunjukkan Ichsan saat berangkat ke Jakarta. Punggawa, julukan yang disematkan ke pelopor pendidikan gratis di Indonesia itu, mengenakan kemeja berwarna biru.

Gambar IYL mengenakan kemeja biru beredar saat hendak masuk ke Bandara International Sultan Hasanuddin Makassar. Para calon penumpang, memanfaatkan untuk berfoto bersama. Termasuk sebagian mengambil gambar kala IYL masuk ke pintu bandara.

Dikonfirmasi, Cakka tidak menampik jika ia juga berangkat ke Jakarta, terkait kabar pengesahan rekomendasi Demokrat untuk Pilgub Sulsel. “InsyaAllah Demokrat bersama IYL-Cakka,” singkat Cakka saat ditanya mengenai agenda keberangkatannya ke Jakarta.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil rapat majelis tinggi DPP yang dipimpin langsung SBY di kediaman pribadinya di Puri Cikeas, Selasa (21/11/2017) siang kemarin, memutuskan tetap mendukung IYL-Cakka. Bahkan, partai peraih 11 kursi di DPRD Sulsel ini, tidak mempermasalahkan jika nantinya Punggawa Macakka memilih maju lewat jalur perseorangan plus.

Beredar kabar, pasca-IYL-Cakka mendapat rekomendasi Demokrat, duet ini akan segera menentukan sikap apakah tetap di jalur parpol, atau di perseorangan. Mengingat untuk jalur partai, pasangan ini belum sepenuhnya aman.

Sebab, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga sudah mengeluarkan SK ke IYL-Cakka, masih rawan untuk mengusung. Mengingat, hingga hari ini, kubu Djan Faridz masih melalukan berbagai upaya, termasuk langkah hukum untuk legalitas kepengurusannya.

Jika PPP masih dilanda dualisme kepengurusan hingga tahapan pendaftaran di KPU, bukan tidak mungkin, pihak penyelenggara tidak berani mengambil resiko untuk mengakomodir rekomendasi dua kubu kepengurusan. Bila itu terjadi, maka hampir pasti peluang IYL-Cakka sangat sulit maju lewat koalisi parpol. (*)


div>