• Rabu, 01 Oktober 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Dapil DPRD Sulsel IX (Pinrang–Sidrap-Enrekang)

Caleg Muda Beringin Ancam Incumbent

Kamis , 31 Oktober 2013 11:11
Total Pembaca : 3493 Views

Baca juga

RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR - Dominasi Partai Golkar di dapil DPRD Sulsel IX yang meliputi Pinrang, Sidrap, dan Enrekang memang tidak begitu tinggi. Meski demikian Golkar memiliki sejumlah caleg muda yang memiliki nama cukup tenar yang siap mengancam kedudukan incumbent.

Kehadiran caleg-caleg beringin ini; Andi Tenry, Ian Kurniawan Latanro, Andi Dala Mappaoddang, dan Fauzi Andi Wawo menjadi ancaman tersendiri bagi caleg incumbent. Ada 5 cale incumbent di dapil ini; Misriani Ilyas (Gerindra), Mukhtar Thaiyeb, Jamaluddin Jafar (PAN), Hasanna Lawang (PKS), dan Jumardi Haruna Bakri (PBB).

Meski jumlah kursi yang diperebutkan cukup banyak, yakni 9 kursi, namun bukan berarti caleg incumbent dipastikan berada dalam posisi aman. Hadirnya sejumlah tokoh muda yang tenar membuat caleg incumbent di dapil ini harus waspada.

“Yang menarik di Dapil IX adalah manuver caleg yang bukan incumbent. Pendatang baru di Golkar seperti Fauzy A Wawo, Ian Latanro, A Dala Mappaoddang adalah caleg dengan semangat tinggi yang sangat mungkin melampaui capaian incumbent. Di PAN juga memiliki pendatang baru seperti Rizaldi Nasri Aboe yang setiap saat bisa memberi ancaman incumbent PAN,” kata Irfan Jaya, Manager Strategi Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI).

Irfan menjelaskan, peranan kepala daerah dalam setiap pemilihan legislatif (pileg) tidak bisa dinafikan. Kepala daerah biasanya turut berkontribusi bagi perolehan suara partai dimana kepala daerah itu menjadi kader.

Tapi sayangnya, warna partai kepala daerah di dapil ini beragam. Rusdi Masse misalnya sebagai Bupati incumbent Sidrap sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Sidrap, tidak bisa dikatakan merupakan milik partai Golkar saja.

Tak bisa dinafikan Rusdi Masse juga memiliki kader yang tersebar di beberapa partai selain Golkar. Sehingga Rusdi memungkinkan membagi kekuatannya,” kata Irfan.

Begitupun dengan Bupati incumbent Pinrang A Aslam Patonangi. Meski tidak diusung oleh partai Golkar pada pilkada lalu, namun perlu diingat hubungan emosionalnya yang sangat baik dengan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Sehingga mungkin saja Aslam akan memproporsikan kekuatannya juga buat Golkar, disamping beberapa partai pengusungnya seperti Hanura.

Sementara Bupati Enrekang, Muslimin Bando, yang baru saja menjabat di periode ini adalah bekas Ketua DPC PAN Enrekang dan masih tercatat sebagai kader PAN. “Namun kemungkinannya dia juga akan membagi kekuatannya ke partai lain, seperti Golkar, mengingat partai ini juga menjadi salah satu partai pengusungnya di Pilkada Enrekang, kemarin,” kata Irfan.

Muslimin juga konon tidak lama lagi ditunjuk sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Enrekang. Menurut isu yang beredar selama ini, menjadi pimpinan Golkar Enrekang bila terpilih di Pilkada merupakan salah satu prasyarat pengusungan yang diajukan DPP Partai Golkar ke Muslimin Bando. Tak heran jika Muslimin kemudian berani mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua PAN Enrekang.

Caleg-caleg muda Golkar sendiri dibacking oleh sejumlah tokoh kuat. Fauzi A Wawo konon dibackup oleh Bupati Sidrap Rusdi Masse. Sementara Ian Kurniawan Latanro dibackup oleh bekas Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung.

Ada juga nama-nama seperti Andi Tenry Sose dan Andi Dala Mappaoddang yang masing-masing mendompleng nama tenar keluarganya. Andi Tenry Sose misalnya, nama ayahnya Andi Sose tenar di Enrekang, baik sebagai veteran pejuang maupun sebagai pemilik yayasan Universitas 45. Tak kalah tear pula Andi Dala Mappaoddang yang mendompleng nama besar keluarga Letjend Andi Mappaoddang.

“Oleh karena itu, caleg incumbent di Dapil IX tidak bisa duduk manis karena caleg pendatang baru siap memberi ancaman setiap saat dengan segala semangat dan berbagai sumberdaya yang mereka miliki,” kata Irfan.

Pengamat Politik dari Unismuh Makassar Dr Arqam Azikin, pun menilai jajaran penantang baru cukup kuat da perlu diwaspadai oleh caleg incumbent. “Di jajaran penantang, Fauzi A Wawo dan Ian Latanro memiliki peluang besar terpilih, karena memiliki jaringan simpul-simpul pemilih generasi muda yang cukup signifikan,” kata Arqam, malam tadi.

Meski demikian, Arqam tetap menilai incumbent juga masih memiliki peluang terpilih. Asal tidak berleha-leha dan bekerja keras. “Para caleg incumbent masih memiliki kans terbuka terpilih lagi karena mereka telah memiliki basis pemilih, namun bila tidak pernah dirawat dalam 4 tahun terakhir maka tidak menutup kemungkinan caleg lainnya mengambil alih simpul-simpul suara tersebut,” paparnya.

Dimintai tanggapan mengenai masuknya namanya sebagai pendatang baru yang patut diwaspadai incumbent, Ian Latanro yang merupakan Kordinator Pemenangan Golkar DPD I Partai Golkar Sulsel Wilayah Enrekang, Sidrap, dan Pinrang, mengapresiasi pandangan lembaga survei dan pengamat politik.

Kordinator pemenangan Syahrul-Agus untuk wilayah Pinrang, Sidrap, dan Enrekang di Pilgub Sulsel, 22 Januari lalu ini, menjelaskan jika sosialisasinya selama ini hanya mengandalkan blusukan ke masyarakat.

“Pandangan mereka semakin memberi saya dorongan untuk tetap jalan dan menemui langsung masyarakat. Karena apapun itu tidak ada yang bisa mendapatkan dukungan masyarakat bila tidak rajin bertemu langsung. Selama ini saya hanya mengandalkan teknik THM, yakni tangan, hati, dan mata. Menemui langsung masyarakat, menggenggam tangan mereka dan meyakinkan hati mereka bahwa saya komitmen memperjuangkan aspirasi mereka,” kata Ian.

Ian sendiri keluarga besar yang tersebar di 3 kabupaten di dapil IX. Ayahnya adalah asli Enrekang, sementara ibunya adalah orang Rappang, Sidrap. Ian sendiri menyelesaikan pendidikan menengah atasnya di SMA N 1 Pinrang pada tahun 1997 silam.

“Saya sangat bersyukur bisa ditempatkan di dapil IX. Ini momentum dimana saya harus lolos,” yakin salah satu orang kepercayaan La Tinro La Tunrung ini.(M2)

 

Incumbent                                      Pileg 2009/ suara
Misriani Ilyas (Gerindra)               12.511
Mukhtar Thaiyeb (PKPI)                  11.658
Jamaluddin Jafar (PAN)                  9.341
Hasanna Lawang (PKS)                    6.408
Jumardi Haruna Bakri (PBB)              5.894
 
Maju Kembali
Nupri Basri Patallongi (Demokrat)       12.108
Musyafir Arifin Nu’mang (Golkar)        9.791
Kasman Nuri (PAN)                       9.459
Rusdin Tabi (Gerinda)                   7.677
Badaruddin  Puang Sabang (PBB)          5.753
M Syahrir Langko (PPP)                  5.360
Sumardin Sadahir (PAN)                  3.303
Naja (Hanura)                           2.761
Masrudi Ahmad Sukaepa (Nasdem)          1.586
Muh Talal Achmad (PBB)                  255
Deby Yulianti (Hanura)                  88
 
Diperhitungkan: Andi Tenry Sose (Golkar), Ian Kurniawan Latanro (Golkar), Andi Dala Mappaoddang (Golkar), Fauzi Andi Wawo (Golkar), Rizaldi Nasri Aboe (PAN)
*Diolah berbagai sumber